Senin, 28 Mei 2012
Kuota Raskin Pandeglang-Lebak 50.133 Ton
Kamis, 03 Februari 2011 00:38
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 3/2 (SIGAP) - Kuota beras untuk masyarakat miskin (raskin) Kabupaten Pandeglang dan Lebak Provinsi Banten, pada 2011 sebanyak 50.133,9 ton

Kepala Perum Bulog Sub Divisi Regional Lebak-Pandeglang Guntur Muayad Bustomi di Pandeglang, Rabu (2/2) menjelaskan, dari total kuota tersebut, sebanyak 22.917,2 ton di antaranya untuk Kabupaten Pandeglang dan 27.216,7 ton bagi Kabupaten Lebak.

"Raskin tersebut akan disalurkan bagi rumah tangga sasaran (RTS) sebanyak 278.522 kepala keluarga (KK), yakni di Kabupaten Pandeglang 127.318 KK dan Lebak 151.204 KK," katanya.

Menurut Guntur, raskin tersebut telah disalurkan sejak Januari dan sampai saat ini realisasinya sudah 2.048,8 ton atau 4,09%.

Dari total raskin yang telah disalurkan itu, kata dia, untuk RTS di Kabupaten Pandeglang 317,3 ton dan RTS di Kabupaten Lebak 1.713,4 ton.

Guntur mengatakan, pihaknya akan berupaya agar penyaluran raskin bisa lancar sehingga kuota yang disediakan dapat terserap, baik untuk Pandeglang maupun Lebak.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang mengharapkan agar penyaluran raskin bisa lebih optimal dan tidak terjadi penyimpangan dalam pendistribusiannya.

"Kita harapkan ke depan, semua pihak terkait terlihat dalam pendistribusan raskin, mulai dari gudang Bulog sampai titik distribusi, agar penyaluran raskin tepat sasaran," kata Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Kabupaten Pandeglang Fahmi.

Fahmi juga berharap agar masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta kalangan pers ikut proaktif dalam mengawasi penyaluran raskin tersebut.

"Intinya semua pihak harus terlihat dalam mengawasi penyaluran raskin ini, untuk menghindari terjadinya penyimpangan dan salah sasaran," ujarnya.

Berdasarkan catatan SIGAP, data  aktual warga yang tergolong miskin merupakan kunci utama pembagian beras miskin (raskin). Bila tidak, maka akan selalu menimbulkan masalah karena masih adanya warga miskin yang tidak memperoleh jatah raskin, karena tidak terdata. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita