Senin, 28 Mei 2012
BNPB Diminta Serius Waspadi Potensi Gempa Mentawai
Kamis, 03 Februari 2011 00:37
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 3/2 (SIGAP) - Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) lebih serius menanggapi prediksi para ahli mengenai potensi terjadinya gempa besar di sekitar Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

"Kami khawatir BNPB menganggap remeh peringatan para ahli itu sebab hingga saat ini belum ada kampanye yang optimal mengenai potensi gempa besar di zona patahan Sumatera," kata Asisten SKP BSB Iwan Sumule di Jakarta, Rabu (2/2).

Dikatakannya, para ahli gempa Indonesia memperingatkan bahwa gempa bumi 7,2 Skala Richter yang memicu tsunami di Kepulauan Mentawai akhir Oktober 2010.

Ini menjadi semacam isyarat adanya gempa besar yang mungkin terjadi pada tahun ini di wilayah yang meliputi Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, hingga pertengahan Pulau Pagai Selatan.

Para ahli yang dipimpin Dr Danny Hilman Natawidjaya (LIPI) menyampaikan prediksinya berdasarkan pola gempa-gempa besar di wilayah Mentawai yang cenderung berulang.

Siklus gempa besar di zona subduksi Mentawai berulang mengikuti siklus 200 tahunan.

"Para ahli bisa memprediksi besarnya, tapi tidak bisa memprediksi kapan persisnya. Karena itu, yang lebih penting adalah bersiap menghadapi kemungkinan gempa dan tsunami," kata Sumule.

Menurutnya, sungguh tidak bijaksana jika ada institusi pemerintah yang mengabaikan peringatan dari para ahli tersebut.

Gempa besar disertai tsunami di Mentawai terakhir terjadi pada 25 Oktober 2010, mengakibatkan lebih dari 400 orang meninggal, dan sekitar 15 ribu warga mengungsi. Gempa dahsyat juga pernah terjadi pada tahun 1797 dan 1833.

"Para ahli berulangkali memperingatkan adanya potensi gempa `megathrust` yang disertai tsunami di kawasan tersebut," kata Sumule. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita