Senin, 28 Mei 2012
PMI Bangka Kekurangan 600 Kantong Darah
Rabu, 02 Februari 2011 05:12
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 2/2 (SIGAP) - Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel), kekurangan sekitar 600 kantong darah per bulan untuk melayani pasien yang membutuhkan darah di daerah itu.

Menurut Kepala Markas PMI Cabang Kabupaten Bangka Jaja Sulaiman di Sungailiat, Rabu (2/1), rata-rata kebutuhan masyarakat mencapai 900 kantong per bulan, sementara yang tersedia masih sekitar 300 kantong.

"Kami hanya mampu menyediakan stok darah melalui kerja sama dengan Rumah Sakit Umum (RSU) Sungailiat maksimal 10 kantong perhari atau hanya 300 kantong per bulan," jelasnya.

Dirinya mengatakan, dengan kekurangan stok darah untuk kebutuhan tranfusi darah bagi masyarakat, pihaknya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersedia mendonorkan darahnya.

"Selain kami mengajak kepada masyarakat melakukan donor darah secara sukarela, bisanya kami juga menggelar acara donor darah bekerja sama dengan instansi pemerintah dan swasta," katanya.

Menurutnya, kekurangan stok darah di PMI Cabang Kabupaten Bangka berakibat pada keterlambatan pasien mendapatkan sumbangan tranfusi darah.

"Namun tidak sampai terjadi adanya pasien yang meninggal akibat terlambat mendapatkan donor darah," katanya.

Jaja mengatakan, kekurangan stok darah di PMI Cabang Kabupaten Bangka lebih disebabkan masih rendahnya masyarakat menyubangkan darahnya untuk keperluan kemanusiaan.

"Kalau dibandingkan dengan di Kota Bandung, PMI setempat mampu menyediakan stok darah mencapai 1.000 kantong lebih per bulan," jelasnya.

Menurutnya, meskipun PMI Cabang Kabupaten Bangka mengalami kekurangan stok darah, namun pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin untuk terus memenuhi kebutuhan darah.

"Satu tetes darah sangat penting artinya bagi masyarakat yang membutuhkan karena akan menyelematkan nyawa sesorang," katanya.

Menyinggung jumlah peserta donor sukarela, ia mengatakan, pihaknya telah memberi piagam penghargaan kepada 100 pendoror sukarela yang secara rutin mendonorkan darahnya untuk kepentingan sesama.

"Namun 100 orang pendonor sukarela tersebut juga belum mampu memenuhi kebutuhan darah dan kebutuhan darah diperkirakan mencapai 500 orang pendonor," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita