Senin, 28 Mei 2012
BPBD Sulbar Akan Gelar Apel Siaga Bencana
Senin, 31 Januari 2011 04:48
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 31/1 (SIGAP) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Barat, bakal menggelar apel siaga bencana di Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar pada 18 Februari 2011. Demikian dikatakan Kepala BPBD Sulbar, H. Rusdi Syah di Mamuju, Senin (31/1).

Menurut Rusdi, jika tak ada aral melintang maka pelaksanaan apel siaga bencana akan dipusatkan di daerah Limboro dengan melibatkan ratusan orang peserta.

Lebih lanjut Rusdi menjelaskan, apel siaga bencana ini dimaksudkan untuk memberikan bimbingan kepada peserta diantaranya kalangan masyarakat, tim tagana, gempar, PMI dan beberapa organisasi sosial di Sulbar.

Dirinya mengatakan, pelaksanaan apel siaga bencana dengan memilih wilayah Limboro karena daerah ini salah satu kawasan yang rawan terjadi bencana yang tahun lalu dilanda banjir bandang dan longsor mengaibatkan tiga kecamatan porak-poranda.

"Banjir bandang yang terjadi di Polman tahun lalu mengakibatkan puluhan kepala keluarga dari tiga kecamatan yakni Kecamatan Alu, Kecamatan Limboro dan Kecamatan Tinambung, kehilangan tempat tinggal terseret air sungai Mandar," katanya.

Dikatakannya, apel siaga ini akan dihadiri Gubernur Sulbar, H. Anwar Adnan Saleh, dan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tingkat provinsi.

Dikatakannya, apel siaga yang dilaksanakan ini juga sekaitan dengan ancaman terjadinya cuaca ekstrim yang melanda sejak januari 2011.

"Kemungkinan cuaca ekstrim itu akan terjadi hingga beberapa bulan ke depan sehingga dipandang perlu dilakukan apel siaga guna membekali petugas tanggap bencana maupun masyarakat di Sulbar, "ucapnya.

Rusdi berharap, dengan dilaksanakannya apel siaga ini minimal bisa memberikan tambahan pengetahuan para peserta dalam menghadapi segala kemungkinan bila terjadi bencana.

Menurut Rusdi, pada proses pembekalan apel siaga bencana itu, pembimbing akan memberikan gambaran solusi yang akan dilakukan setiap terjadi bencana. Karena itu, kata Rusdi, peserta harus memanfaatkan momentum ini sebagai tambahan ilmu pengetahuan dalam menghadapi musibah bencana alam baik longsor, banjir maupun gempa. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita