Senin, 28 Mei 2012
Bengkulu: Pulau Enggano Perlu Dilengkapi Sirene Tsunami
Senin, 31 Januari 2011 03:48
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 31/1 (SIGAP) - Direktur Yayasan Layak Hema Malini di Bengkulu, Senin (31/1) mendesak pemerintah memasang sirene peringatan dini tsunami di Pulau Enggano, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.

"Pulau Enggano dihuni lebih dari 1.700 jiwa dan daerah itu juga rawan bencana gempa bumi dan tsunami, karena itu pemasangan alat peringatan dini tsunami sangat mendesak," kata Hema.

Yayasan yang fokus pada pengurangan risiko bencana tersebut menilai pemerintah harus memprioritaskan program pengurangan risiko bencana di pulau berjarak 106 mil dari Kota Bengkulu itu.

Pengalaman gempa dan tsunami di Pulau Mentawai, kata Hema, sudah cukup dijadikan pelajaran untuk mengurangi risiko bencana di pulau terluar itu.

"Letak Mentawai dan Pulau Enggano itu sama-sama di pantai barat Sumatra, dan potensi bencananya sama, karena berada di pertemuan lempeng Indoaustralia dan Eurasia," katanya.

Ketua Lembaga Adat Pulau Enggano Rafli Zen Kaitora sebelumnya juga meminta pemerintah memasang sirene peringatan dini tsunami di pulau itu karena termasuk daerah rawan gempa bumi.

"Kami meminta pemerintah memperhatikan Pulau Enggano karena daerah ini rawan gempa bumi dan tsunami. Kami minta dipasang sirene peringatan dini tsunami," katanya saat dihubungi lewat telepon dari Bengkulu.

Dirinya mengatakan, meski tidak merasakan gempa yang terjadi di Pulau Mentawai berkekuatan 7,2 skala Richter pada 25 Oktober 2010 namun posisi Pulau Enggano sejajar dengan Mentawai di pantai barat.

Untuk itu, kata Hema, potensi gempa yang tinggi di perairan pantai barat Sumatra harus diwaspadai dengan meningkatkan ketersediaan alat mitigasi bencana.

"Getaran gempa Mentawai tidak terasa di Enggano tetapi gempa bumi di Bengkulu khsususnya di Muko Muko, Lais dan Bintuhan sering terasa hingga ke Enggano. Jadi, kami mengharapkan pemerintah memperhatikan pulau ini," katanya.

Dua gempa besar yang melanda Bengkulu pada 2000 berkekuatan 7,3 skala Richter dan 2007 berkekuatan 7,9 skala Richter sempat membuat panik warga di pulau itu. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita