Senin, 28 Mei 2012
Harga Beras Di Perdesaan Lampung Tinggi
Senin, 31 Januari 2011 03:10
AddThis Social Bookmark Button

Bandarlampung, 31/1 (ANTARA)- Harga beras di perdesaan Lampung masih bertahan tinggi sebagaimana halnya di perkotaan, meski perdesaan tersebut termasuk daerah pertanian padi.

Sejumlah penduduk Desa Tri Tunggal Kecamatan Bandar Mataram Kabupaten Lampung Tengah, yang dihubungi dari Bandarlampung, Senin, menyebutkan harga beras termurah di desa mereka telah mencapai Rp7.000/kg.

"Harga beras tetap tinggi memasuki 2011 ini dan penduduk di desa ini umumnya petani sawah," kata Sri, salah satu warga desa tersebut.

Stok beras di perdesaan masih mencukupi kebutuhan warga setempat, hanya harganya yang cenderung bertahan tinggi. Tahun lalu harga beras asalan di desa itu berkisar Rp5.000/kg.

Sementara di Bandarlampung, harga beras asalan sekitar Rp6.900- Rp7.000/kg, beras kualitas sedang berkisar Rp8.200-Rp8.700/kg dan beras premium masih di atas Rp9.100/kg.

Lampung termasuk sentra penghasil beras utama di Sumatra. Awal 2010, harga beras kualitas asalan di Bandarlampung berkisar Rp4.800- Rp5.00/kg, beras berkualitas sedang berkisar Rp5.500- Rp6.500/kg dan beras premium berkisar Rp7.000-Rp7.200/kg.

Untuk menekan kenaikan harga beras, Perum Bulog Divre Lampung telah menggelar operasi pasar (OP) beras sekitar 69 ton mulai Desember lalu di sejumlah tempat di daerah itu dengan menggunakan cadangan beras pemerintah (CBP). Harga beras OP itu Rp6.300/kg.

 

Arsip Berita