Senin, 28 Mei 2012
Program Bapak Angkat Atasi Giz Buruk
Sabtu, 29 Januari 2011 10:13
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 29/1 (SIGAP) - Badan Ketahanan Pangan Kota Medan akan meluncurkan program Bapak Angkat guna menanggulangi permasalahan gizi buruk yang melanda daerah itu selama ini.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kota Medan Eka R Yanti di Medan Sabtu (29/1) mengatakan, wacana tersebut muncul karena melihat banyaknya anak-anak di daerah itu yang mengalami defisit asupan makanan.

"Program itu masih rencana dan masih akan dibicarakan lagi. Kita melihat bagaimana program ini nantinya dapat membantu anak-anak yang mengalami gizi kurang," katanya.

Eka mengatakan, masalah gizi kurang disebabkan karena anak-anak kekurangan asupan makanan yang sebagian besar terjadi karena rendahnya pendapatan keluarga atau di bawah rata-rata atau di bawah Rp800 ribu per bulan.

"Dengan penghasilan seperti itu, bagaimana mereka mau memenuhi kebutuhan keluarga. Jangankan untuk gizi anak, untuk makan sehari-hari saja tidak terpenuhi. Apalagi mereka juga rata-rata memiliki banyak anak, minimal 4 anak," katanya.

Menurutnya, dengan program Bapak Angkat diharapkan dapat menjadi solusi mengatasi masalah tersebut yakni setiap warga yang mampu bersedia bertanggung jawab terhadap asupan gizi seorang anak hingga anak tersebut berusia 5 tahun.

"Karena usia ini merupakan masa pertumbuhan optimal bagi anak. Kita juga punya rencana, nantinya kita pajang foto anak-anak itu. Siapa yang berminat bisa membantu, kita ingin menggugah hati masyarakat. Jika ini nantinya sudah menjadi program maka kita bisa lihat kemajuannya," katanya.

Selain wacana program Bapak Angkat, pihaknya juga akan memberikan bantuan kepada rumah tangga rawan pangan atau penanganan rumah tangga rawan pangan (PRTRP).

"PRTRP merupakan program tahun 2011 untuk menanggulangi masalah gizi kurang. Jadi, kita akan minta data dari Dinkes keluarga mana saja yang tergolong miskin dan anaknya mengalami gizi kurang. Kemudian kita akan mengeceknya lagi lalu diberi bantuan," katanya.

Sebenarnya lanjut Eka, tahun 2010 pihaknya juga pernah memberikan bantuan susu dan vitamin kepada anak gizi kurang yang termasuk ke dalam keluarga miskin. Namun, pemberian itu hanya diperuntukkan di kawasan gerakan masyarakat mandiri (gema) pangan, yakni Kelurahan Labuhan Deli, Kelurahan Belawan Bahagia, dan Keluarahan Bagan Deli.

SIGAP mencatat, gizi buruk adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan karena kekurangan asupan energi dan protein juga mikronutrien dalam jangka waktu lama. Sementara, anak disebut gizi buruk apabila berat badan dibanding umur tidak sesuau (selama 3 bulan berturut tidak naik) dan tidak sertai tanda-tanda bahaya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita