Senin, 28 Mei 2012
Bateng: Disdik Bateng Gandeng IPB Rumuskan Kurikulum Lokal
Sabtu, 29 Januari 2011 08:50
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 29/1 (SIGAP) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Provinsi Bangka Belitung, pada 2011 menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) guna merumuskan kurikulum muatan lokal yang diperbaharui untuk tahun ajaran baru periode 2011/2012.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah, Sugianto, di Koba, Sabtu (29/1).

Menurut Sugianto,  pada tahun ajaran baru 2011/2012 disdik Bateng berencana memperbaharui kurikulum muatan lokal yang sudah ada sebelumnya. Hal ini dilakukan dalam upaya menciptakan sumber daya manusia yang menguasai kompetensi sesuai ciri khas dan potensi daerah, kata Sugianto

Sugianto mengatakan, untuk merumuskan kurikulum muatan lokal maka digandeng kerjasama dengan tim IPB yang memiliki kapabilitas untuk penyusunan kurikulum muatan lokal. Kurikulum muatan lokal bersubstansi pada tiga hal yakni wawasan lingkungan, keunggulan atau potensi lokal dan `life skill` atau pengembangan ketrampilan," katanya.

Menurutnya, materi wawasan lingkungan diharapkan dapat melahirkan kaum pelajar yang berwawasan lingkungan, sehingga dapat menumbuhkembangkan rasa cinta akan kelestarian lingkungan hidup.

"Materi keunggulan lokal ditujukan untuk menciptakan pelajar yang mampu memahami potensi maupun keunggulan lokal sehingga dapat melahirkan pemikiran dan kreatifitas untuk mengembangkan potensi daerah yang ada," katanya.

Sementara itu, materi `life skill` diharapkan mampu menciptakan pelajar yang memiliki keterampilan, sehingga dapat diimplementasikan dalam berkehidupan bermasyarakat guna meningkatkan perekonomian.

"Materi `life skill` berisikan kepelatihan dan pemahaman mengenai penguasaan suatu keterampilan seperti keterampilan pengolahan ikan yang diterapkan pada SMAN 1 Penyak yang terletak di Desa Pesisir Penyak," katanya.

Sugianto mengatakan, Dinas Pendidikan Bangka Tengah memandang kurikulum muatan lokal merupakan kunci penting dalam menciptakan generasi terdidik Bangka Tengah yang terampil dan berwawasan lingkungan sehingga rumusan kurikulum muatan lokal perlu mendapatkan perhatian serius.

"Bupati Bangka Tengah juga menekankan untuk memperhatikan dunia pendidikan secara serius dan berkelanjutan, guna menciptakan generasi Bangka Tengah yang gemilang sehingga kami selalu berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program," katanya.

Menurutnya, salah satu program untuk meningkatkan kualitas pendidikan daerah itu antara lain, mengadakan pelatihan emosi dan spiritual (ESQ) bagi para guru dan siswa daerah itu dengan mengundang tenaga pelatih ESQ dari Jakarta.

Dirinya berharap melalui pelatihan ESQ dapat mengembalikan hakikat guru dan siswa kepada makna sebenarnya. Sehingga katanya, diharapkan menumbuhkan kesadaran, kebanggaan dan rasa cinta menjadi seorang guru dalam dunia pendidikan. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita