Senin, 28 Mei 2012
BPBD Bengkulu Bangun 55 Gudang Mitigasi Bencana
Kamis, 27 Januari 2011 09:04
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/1 (SIGAP) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bengkulu akan membangun 55 gudang mitigasi bencana di 10 kabupaten dan kota di daerah ini. Pembangunannya akan dimulai tahun ini karena DPRD sudah menyetujui anggaran Rp27,5 miliar.

Demikian dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu Sadikin di Bengkulu, Kamis (27/1).

Sadikin mengatakan, untuk satu gedung dibutuhkan lahan satu hektare dan pihaknya akan melakukan survei lokasi dan siap mengganti rugi lahan masyarakat yang akan digunakan untuk pembangunan.

Gudang tersebut akan dilengkapi dengan sejumlah peralatan siaga bencana seperti genset, tenda, lampu badai dan fasilitas lainnya.

"Bahkan persediaan makanan juga akan disiapkan dalam gudang bencana itu sehingga saat bencana terjadi, sudah ada logistik," katanya.

Sadikin menjelaskan, BPBD sebelumnya mengusulkan Rp40 miliar untuk pembangunan gudang tersebut namun yang disetujui dalam APBD 2011 sebesar Rp27,5 miliar.

Dengan dana tersebut, kata Sadikin, pembangunan gudang akan dilakukan bertahap dan memperbanyak ketersediaan gudang di wilayah pesisir.

"Semua kabupaten dan kota akan dibangun, tetapi jumlahnya lebih banyak di wilayah pesisir, karena rawan gempa dan tsunami," katanya.

Sadikin mengatakan seluruh wilayah di Provinsi Bengkulu rawan bencana gempa dan tsunami karena berada di pertemuan lempeng Indoaustralia dan Eurasia.

Tujuh kabupaten dan kota yang rawan gempa dan tsunami yaitu Kota Bengkulu, Muko Muko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Seluma, Bengkulu Selatan dan Kaur.

"Sementara Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong rawan bencana karena ada gunung api Bukit Kaba," katanya.

Sebelumnya seperti diberitkan SIGAP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, masih mempersiapkan lokasi strategis untuk mengadakan kegiatan simulasi gempa bumi dan tsunami.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko Irsan, Senin (27/12) mengatakan, simulasi akan dilakukan di 30 desa yang berada sepanjang pesisir pantai daerah ini agar mereka sudah memahami bagaimana melakukan evakuasi ke daerah yang aman.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, simulasi merupakan cara untuk mencegah terjadinya kepanikan ketika bencana datang. "Masyarakat harus dibiasakan dari sekarang untuk menghadapi bencana, agar mereka terlatih cara untuk menghadapi bahaya," ujarnya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita