Senin, 28 Mei 2012
Dinkes Lebak: Bidan Desa Diminta Tingkatkan Pelayanan
Rabu, 26 Januari 2011 03:14
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta,26/1 (SIGAP) - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak H Maman Sukirman meminta bidan desa meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat untuk mencegah berbagai jenis penyakit menular.

"Selama ini kami memfokuskan pencegahan penyakit sehingga diharapkan bidan desa terus mempromosikan kesehatan kepada masyarakat," katanya di Rangkasbitung, Selasa (25/1).

Menurut Maman, sepanjang 2010 kinerja bidan desa di Kabupaten Lebak cukup bagus karena dapat menurunkan angka kematian ibu (AKI).

Tahun 2010 kasus kematian ibu turun menjadi 22 orang dari sebelumnya 43 orang.

"Saya kira turunnya AKI itu tentu berkat kinerja bidan desa. Namun, kami minta juga kinerja bidan terus ditingkatkan agar kematian ibu terus menurun," katanya.

Dirinya menyebutkan, jumlah bidan desa tercatat 441 orang dan sebagian besar mereka berstatus pekerja tidak tetap (PTT).

Sedangkan, sisanya berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

Mereka bertugas di 345 desa tersebar di 40 puskesmas atau 28 kecamatan.

"Dari 441 bidan desa itu kami sebar di puskesmas perawatan, puskemas pembantu dan poskesdes," katanya.

Dirinya menjelaskan, pelayanan kesehatan merupakan pelayanan publik dan bersifat mendasar sehingga para bidan desa harus optimal dalam melaksanakan tugas kerja untuk masyarakat.

Namun demikian, pihaknya mengutamakan promosi kesehatan atau pencegahan penyakit kepada masyarakat, selain kuratif pengobatan.

Selama ini, kata Maman, masyarakat masih memperhatikan cara pengobatan saja jika sakit, bukan kepada pencegahan kasus penyakit tersebut.

Karena itu, pihaknya meminta bidan desa mengutamakan promosi pelayanan kesehatan untuk pencegahan penyakit, termasuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kebersihan lingkungan dan lainnya.

Maman yakin dengan PHBS bisa mencegah berbagai jenis penyakit di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun, Jambi H Adnan meminta kepada bidan desa yang ada di daerah itu untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan.

"Pelayanan kesehatan ini sangat penting, apalgi di perdesaan yang jauh dengan rumah sakit. Kita minta kepada para bidan desa agar selalu meningkatkan pelayanan," ujar Adnan di Sarolangun, Selasa (25/1).

Adnan mengatakan, pelayanan publik memang tak dapat berhenti dengan alasan apapun. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sarolangun, dalam hal ini Dinas Kesehatan, mengingatkan akan rumah sakit dan setiap Puskesmas, Pustu (Puskesmas pembantu) hingga bidan desa tetap memberi pelayanan terbaik bagi setiap masyarakat.

Ditegaskannya bahwa persoalan pelayanan kesehatan ini tidak bisa dilalaikan, sebab pelayanan kesehatan merupakan pelayanan publik dan bersifat mendasar. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita