Senin, 28 Mei 2012
Dinkes: Sepanjang 2010 Jambi Alami 13 Kasus Gizi Buruk
Selasa, 25 Januari 2011 03:19
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 25/1, (SIGAP) - Sepanjang tahun 2010 ada sekitar 13 kasus gizi buruk terjadi di Kota Jambi, kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi, Irawati Sukandar di Jambi, Selasa (25/1).

Menurut Irawati, mayoritas dari seluruh kasus ini terjadi pada anak yang berusia di bawah lima tahun (Balita). Menariknya, dari kasus yang ditemukan di Kota Jambi, gizi buruk terjadi bukan dari keluarga yang tergolong tak mampu, akan tetapi justru pada keluarga mampu.

Irawati Sukandar mengungkapkan, kasus ini diketahui berdasarkan catatan Dinkes Kota Jambi sepanjang tahun 2010 lalu yang didapat dari beberapa Puskesmas di Kota Jambi.

pihaknya menganalisa, kasus ini bukan disebabkan oleh ketidakmampuan orangtua secara ekonomi.

Dinkes melihat, kasus ini terjadi karena kurangnya perhatian orang tua terhadap pola asuh anak yang menyebabkan pola makan mereka menjadi tidak teratur.

Pola asuh yang minim dan ketakteraturan jadwal makan anak merupakan salah satu penyebab kasus gizi buruk di Kota Jambi.

Diketahui, kasus yang terjadi di Jambi ini persebarannya mencakup tiga wilayah kecamatan, yakni Jambi Selatan, Kotabaru dan Jelutung.

Menurut Irawati, meski jumlahnya terbilang relatif, namun secara umum kasus gizi buruk pada tahun ini mengalami pengurangan cukup signifikan dari tahun sebelumnya.

Awalnya jumlah penderita mencapai 13 orang, namun pada penghujung tahun 2010, jumlahnya berkurang hingga menjadi 5 orang saja. Dari jumlah tersebut, tujuh orang lainnya telah berangsur membaik.

Sehingga statusnya kini menjadi penderita gizi kurang. Namun jumlah itu tidak mutlak.

"Seluruh penderita telah ditangani oleh tim dari puskesmas secara intensif, dengan memberikan makanan tambahan yang cukup," ungkapnya.

Dirinya mengimbau, bila ditemukan Balita yang dicurigai menderita gizi buruk, maka segera lakukan penimbangan berat badan secara teratur.

Termasuk pengukuran panjang/tinggi badan dan/atau pemeriksaan tanda khusus, dan segera dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan tindakan medis lanjut.

SIGAP mencatat, gizi buruk adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan karena kekurangan asupan energi dan protein juga mikronutrien dalam jangka waktu lama. Sementara, anak disebut gizi buruk apabila berat badan dibanding umur tidak sesuai (selama 3 bulan berturut tidak naik) dan tidak sertai tanda-tanda bahaya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita