Senin, 28 Mei 2012
DPRD Pandeglang: Hasil Penelitian BPOM Raskin Layak Konsumsi
Selasa, 25 Januari 2011 02:50
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 25/1 (SIGAP) - Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang HM Yusuf di Pandeglang, Banten, Selasa (25/1) mengatakan, berdasarkan penelitian laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), beras untuk warga miskin (raskin) yang berasal dari Vietnam, layak dikonsumi dan tidak mengandung zat berbahaya.

"Kita sudah mendapat penjelasan dari BPOM yang menyebutkan raskin itu layak dikonsumsi, dan saat ini sudah mulai disalurkan pada masyarakat," katanya.

Dengan adanya hasil penelitian dari BPOM itu, Yusuf berharap masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi raskin tersebut.

Yusuf juga menjelaskan, sikap Komisi IV DPRD yang meminta Bulog menunda penyaluran raskin hanya sebagai antisipasi dan kekhawatiran terhadap kondisi beras impor itu.

"Ada kekhawatiran beras itu mengandung pemutih dan zat adiktif lainnya, karena itulah kita menyarankan agar penyalurannya ditunda dan meminta BPON meneliti beras itu," katanya.

Setelah BPOM menyatakan aman, Yusuf mengaku lega, dan meminta Bulog bisa mempercepat penyaluran raskin, karena saat ini warga sedang kesulitan mendapatkan beras.

"Dewan sangat mendukung percepatan realisasi raskin ini. Tentunya hal ini juga harus ditunjang dengan pembayaran raskin pada Bulog lebih cepat, sehingga tidak terjadi keterlambatan," ujarnya.

Yusuf juga berharap, penyerapan raskin 2011 bisa lebih besar dibandingkan sebelumnya, dan jika mungkin penyaluran mencapai 100%.

Sebelumnya, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Kamis (21/10), meminta Badan Urusan Logistik menunda sementara pendistribusan beras untuk masyarakat miskin, karena diduga mengandung zat pemutih.

Sambil menunggu hasil uji laboratorium BPOM, DPRD ketika itu minta Bulog menunda terlebih dahulu pendistribusian Raskin pada masyarakat. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita