Senin, 28 Mei 2012
Lebak: 70 Penderita Polio Harapkan Bantuan Kursi Roda
Senin, 24 Januari 2011 01:53
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 24/1 (SIGAP) - Sebanyak 70 penderita polio di Kabupaten Lebak mengharapkan bantuan kursi roda dan sepatu penyangga kaki.

"Kami tidak memiliki anggaran untuk penanganan kasus polio yang terjadi pada 2005," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Maman Sukirman, Minggu.

Maman mengatakan, sebelumnya kasus kelumpuhan yang menimpa anak-anak pernah ditangani oleh Yayasan Pengembangan Medik Indonesia (Yapmedik) dan Perhimpunan Dokter Ahli Syarap Indonesia (Perdosi).

Kedua yayasan tersebut memberikan sumbangan alat bantu kursi roda, sepatu penyangga kaki, dan tongkat.

Namun, saat ini bantuan bagi anak-anak penderita polio tersebut terhenti dan mereka sangat mengharapkan uluran tangan pada dermawan.

Saat ini, kata Maman, mereka para penderita kelumpuhan kondisinya memprihatinkan dan sangat membutuhkan bantuan.

Kasus polio yang menyerang anak-anak di Kabupaten Lebak sejak ditemukan 2005 lalu, tentu saat ini ukuran alat bantu, seperti sepatu dan tongkat penyangga yang diberikan Yapmedik dan Perdosi sudah tidak cukup lagi untuk dipakai penderita.

Karena itu, pihaknya sangat berharap adanya para dermawan maupun yayasan yang peduli terhadap anak-anak cacat tersebut.

"Selama ini kami tidak bisa memberikan bantuan kepada mereka karena tidak ada anggaran," ujarnya.

Menurutnya, meskipun Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak tidak memiliki anggaran untuk anak-anak penderita polio.

Akan tetapi, pihaknya hingga kini terus melakukan pemantauan dan pengawasan kesehatan mereka.

Maman mengatakan, selama ini kondisi kesehatan para penderita polio cukup baik.

Sementara itu, Mumun, orang tua penderita polio di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak mengaku pihaknya berharap pemerintah maupun para dermawan bisa membantu anaknya untuk membelikan kursi roda, sepatu penyangga yang terbuat dari besi juga tongkat karena saat ini tidak bisa berjalan.

"Kalau dulu anak kami dapat bantuan alat bantu jalan, namun saat ini sudah rusak dan ukuran berubah," katanya.(laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita