Senin, 28 Mei 2012
Bali: Dinas Perikanan Dorong UKM Kelola Produk Perikanan
Rabu, 19 Januari 2011 07:07
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 19/1 (SIGAP) - Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali, I Gusti Putu Nuriatha, di Denpasar, Rabu (19/1) mengatakan, dinasnya mendorong usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mengelola produk perikanan dengan harapan mampu memberikan nilai tambah bagi nelayan dan petani ikan yang terhimpun dalam wadah kelompok.

"Upaya itu dilakukan dengan memberikan pembinaan, kemudahan bidang permodalan dalam bentuk kredit tanpa anggunan (KTA), dan berbagai kegiatan lainnya dalam menumbuhkan UKM," katanya.

Dirinya mengatakan, sejumlah kelompok petani ikan kini mengembangkan usaha ekonomi produktif dari bahan baku ikan, antara lain pemindangan, sehingga ikan itu tahan untuk beberapa hari ke depan.

Selain itu juga ada kelompok mengembangkan usaha kerupuk dari kulit tuna, mengolah rumput laut menjadi makanan dan minuman dalam bentuk kemasan. Semua itu diharapkan mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan nelayan dan petani ikan di daerah ini.

Gusti Putu Nuriatha menambahkan, pendapatan nelayan dan petani ikan di Bali kini rata-rata sebesar Rp15,7 juta diharapkan bisa ditingkatkan menjadi Rp18,5 juta dalam tahun ini dan meningkat lagi menjadi Rp20,6 juta pada tahun 2012.

Pendapatan itu diharapkan terus bertambah menjadi Rp22,9 juta pada tahun 2013 dan tahun 2014 bisa mencapai Rp25,5 juta atau setiap tahunnya mengalami peningkatan rata-rata sebesar 11,25%.

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, sendiri bertekad meningkatkan perndapatan perkapita masyarakat Bali sebesar dua kali lipat pada tahun 2014.

Hal itu didasarkan atas kenyataan, banyak potensi yang ada belum dimanfaatkan secara maksimal, terutama di sektor perikanan, padahal potensi itu sangat berpeluang untuk mengangkat pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Oleh sebab itu potensi sektor perikanan dan kelautan secara bertahap akan dikembangkan, sesuai kucuran dana dari pemerintah pusat, APBD Bali, APBD kabupaten/kota di daerah ini, disamping kemudahan dalam bentuk kredit dari perbankan.

Dengan demikian diharapkan mampu meningkatkan produksi sektor perikanan sebesar 353% hingga 2014, sesuai komitmen Pemprov Bali dengan Kementerian Perikanan dan Kelautan untuk menjadikan Indonesia sebagai penghasil produk bidang perikanan tahun 2014, kata Gusti Putu Nuriatha.

Berdasarkan catatan SIGAP, Bali memperoleh devisa dari ekspor hasil perikanan dan kelautan sebesar 107,15 juta dolar AS selama sebelas bulan periode Januari hingga November 2010, meningkat 13,28% dibanding periode sama sebelumnya 94,59 juta dolar AS.

"Sektor perikanan mempunyai andil sebesar 22,80 persen terhadap total ekspor Bali secara keseluruhan yang mencapai 469,92 juta dolar AS," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali, I Gusti Putu Nuriatha di Denpasar, Jumat (14/1).

Dirinya mengatakan, Bali mengirim sebelas jenis hasil perikanan dan kelautan ke pasaran ekspor antara lain tujuan Jepang, Taiwan, Amerika Serikat, Australia, spanyol, Inggris dan Jerman. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita