Senin, 28 Mei 2012
Banjarnegara: Stok Beras Di Gudang Bulog Minipis
Rabu, 19 Januari 2011 05:32
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 19/1 (SIGAP) - Stok beras di gudang Bulog Purwanegara, Banjarnegara, Jawa Tengah, menipis sehingga tidak mencukupi kebutuhan penyaluran raskin bulan Februari 2011 di kabupaten ini. Demikian dikatakan Kepala Gudang Bulog Purwanegara, Agus Supriyono, di Banjarnegara, Rabu (19/1).

Agus menjelaskan, saat ini stok tinggal 1.600 ton dan diperkirakan hanya untuk memenuhi kebutuhan bulan Januari. Padahal kebutuhan untuk Kabupaten Banjarnegara mencapai 1.280 ton per bulan, sehingga untuk bulan Februari masih kurang.

Sementara untuk membeli beras dari petani, kata Agus, hal itu belum bisa dilakukan karena Kabupaten Banjarnegara belum memasuki masa panen.

Oleh karena itu, Agus mengatakan, pihaknya akan mengajukan pemerataan kepada Bulog Subdivre IV Banyumas agar sebagian stok beras di gudang Bulog Cilacap dapat dialihkan ke Purwanegara sebagai langkah alternatif untuk memenuhi kebutuhan di bulan Februari.

"Apalagi petani di Kabupaten Cilacap sudah memasuki masa panen," katanya.

Alternatif lainnya, kata Agus, gudang Bulog Purwanegara kemungkinan akan mencari pasokan beras dari wilayah lain.

Terkait penyebab menipisnya stok beras di gudang Bulog Purwanegara, Agus mengatakan, hal ini akibat pengaruh cuaca yang tidak menentu sehingga pengadaan beras pada tahun 2010 tidak sesuai prognosa awal.

"Apalagi gangguan produksi akibat faktor cuaca ini menyebabkan harga beras tinggi," katanya.

Dalam hal ini, kata Agus, harga beras di pasaran lebih tinggi daripada patokan harga pembelian pemerintah (HPP) yang sebesar Rp5.060 per kilogram.

"Harga beras di pasaran berkisar antara Rp6.000-Rp7.500/kg, sehingga petani lebih memilih menjual beras kepada pedagang daripada menjualnya ke Bulog," katanya.

Dengan kondisi seperti ini, dia mengaku kesulitan untuk memenuhi target penyerapan beras petani di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2011 yang yang ditargetkan mencapai 18.000 ton.

Kendati demikian, Agus mengatakan, pihaknya tetap optimistis mampu menyerap sesuai target demi menjaga ketahanan pangan dan pemenuhan kouta raskin di Banjarnegara.

Secara terpisah, Kepala Humas Bulog Subdivre IV Banyumas, M Priyono mengatakan, pembelian beras dari petani dijadwalkan mulai akhir Januari karena wilayah eks Keresidenan Banyumas diperkirakan akan memasuki panen raya pada bulan Februari.

"Seluruh mitra kerja kami beserta elemen-elemen pendukung penyerapan sudah siap melakukan pembelian beras dari petani. Namun hingga saat ini, kami masih menunggu turunnya instruksi presiden (inpres) yang baru terkait harga pembelian beras," katanya.

Terkait kekekurangan stok beras, dia mengatakan, hal itu tidak hanya terjadi di gudang Bulog Purwanegara (Banjarnegara), tetapi juga di Banyumas dan Purbalingga.

Sementara di gudang Bulog Cilacap, kata Agus, persediaannya diperkirakan masih mencukupi kebutuhan hingga bulan Maret 2011.

Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya berencana akan mengalihkan sebagian stok beras di Cilacap ke Banyumas, sedangkan untuk Purbalingga dan Banjarnegara akan dipasok dengan beras talangan yang dijanjikan Asosiasi Perberasan Banyumas.

"Kami telah sampaikan hal ini ke pusat sehingga nantinya persediaan beras secara keseluruhan diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan hingga akhir Februari 2011," katanya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Ketua APB Agus Purwanto menyatakan, pihaknya siap memberikan beras talangan sebesar 1.500 ton untuk memenuhi kebutuhan penyaluran raskin bulan Februari 2011.

Menurut Agus, hal ini dilakukan lantaran APB menolak masuknya beras impor ke wilayah Banyumas karena dikhawatirkan jumlah yang masuk melebihi permintaan sehingga akan mengacaukan perdagangan beras di tingkat lokal. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita