Senin, 28 Mei 2012
Satlak PB: Dam Di Situbondo Jebol Diterjang Banjir Bandang
Selasa, 18 Januari 2011 07:40
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 18/1 (SIGAP) - Sekretaris Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Situbondo, Zainul Arifin, Selasa (18/1) menginformasikan, sebuah bendungan atau Dam yang terletak di Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, jebol, akibat diterjang banjir bandang, Selasa (18/1) dini hari.

Zainul Arifin mengatakan, curah hujan yang cukup tinggi di lereng Pegunungan Argopuro pada Senin (17/1) malam itu mengakibatkan debit air sungai di Desa Alas Tengah dan Baderan cukup deras sehingga membuat jebol bendungan.

"Air yang bercampur lumpur itu masuk ke Desa Widoro Payung dan menerjang Dam Semambung hingga jebol sekitar pukul 00.00 WIB," katanya kepada ANTARA.

Menurut Zainul Arifin, jebolnya Dam Semambung mengakibatkan air dan lumpur meluap ke jalan desa setempat dan menggenangi sejumlah rumah. Namun katanya, kejadian ini tidak separah banjir bandang yang terjadi pada Minggu (16/1) malam.

Seperti diketahui, banjir bandang setinggi 1 meter merendam sebanyak 689 rumah di Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, Minggu (16/1) malam.

Terkait bencana ini, Zainul yang juga Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbang Linmas) Situbondo itu menjelaskan pihaknya sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum setempat untuk memperbaiki dam yang jebol, agar air sungai tidak meluap ke pemukiman warga setempat.

"Pembuatan bronjong adalah salah satu antisipasi agar air dan lumpur tidak meluap ke pemukiman warga karena curah hujan di kawasan lereng Argopuro diprediksi masih tinggi," paparnya.

Akibat bencana ini dirinya mengimbau masyarakat di Kabupaten Situbondo tetap waspada terhadap ancaman banjir bandang susulan karena potensi banjir dan tanah longsor masih ada. Namun dirinya mengimbau warga tidak perlu panik.

"Curah hujan yang cukup tinggi di Kabupaten Bondowoso dapat menyebabkan banjir melalui Bendungan Sampean yang menuju ke Kabupaten Situbondo," ujarnya.

Tahun 2008 terjadi banjir bandang yang menewaskan 11 orang dan merendam ribuan rumah di Kabupaten Situbondo, bahkan akses jalan protokol di kabupaten setempat tidak bisa dilalui akibat tergenang banjir bandang. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita