Senin, 28 Mei 2012
BMKG: Warga Aceh Diminta Waspadai Angin Puting Beliung
Selasa, 18 Januari 2011 07:12
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 18/1 (SIGAP) - Kasi Obeservasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Blang Bintang, Alvianto di Banda Aceh, Selasa (18/1), mengingatkan masyarakat di Provinsi Aceh untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya angin puting beliung.

Alvianto mengatakan, kemungkinan terjadinya angin puting beliung diakibatkan oleh tingginya suhu udara yang diperkirakan dalam dua hari mendatang.

Dirinya menyebutkan, pada pagi dan siang hari tampak cerah dan beberapa saat kemudian muncul awan gelap, yang berpotensi terjadinya angin puting beliung.

Didampingi Prakirawan BMKG Rahmad Tauladani, disebutkan keadaan suhu udara maksimum 33 dan minimum 22 derajat celsius dengan kelembaban maksimal 92 dan minimal 58% di Kota Banda Aceh.

Untuk Meulaboh, ibukota Kabupaten Aceh Barat, dan Kota Lhokseumawe, disebutkan keadaan suhu udara maksimum 33 dan minimum 22 derajat celsius. Sedangkan kelembaban di dua daerah itu maksimal 95 dan minimal 60%.

Sementara di Kota Sabang, suhu udara maksimum 31 dan minimum 21 derajat celsius, dengan kelembaban maksimal 92 dan mininal 58%.

"Pada umumnya kondisi cuaca di wilayah Aceh cerah dan berawan serta berpeluang hujan lokal," kata Alvianto.

Angin ketinggian permukaan sampai 3.000 feet, umumnya bertiup dari arah barat laut sampai dengan timur laut dengan kecepatan 0,5 hingga 30 kilometer per jam.

BMKG stasiun Meteorologi Blang Bintang juga memperkirakan tinggi gelombang di perairan Aceh berkisar antara satu hingga 2 meter.

Sebelumnya, bencana angin puting beliung dan gelombang pasang menerjang perkampungan nelayan di Lingkungan Bagik Kembar, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Minggu malam (16/1) sekitar pukul 23:00 Wita.

Menurut Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana kepada wartawan di Mataram, Senin (17/1) mengatakan, angin puting beliung dan gelombang pasang tersebut menerjang sedikitnya 35 rumah warga. Dikabarkan tidak ada korban jiwa akibat bencana alam itu. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita