Senin, 28 Mei 2012
Krisis Air Bersih Ancam Warga Lampung TImur
Kamis, 27 Mei 2010 02:47
AddThis Social Bookmark Button

Sukadana, Lampung Timur, 27/5 (ANTARA) - Krisis air bersih mengancam warga perbukitan di Kabupaten Lampung Timur, karena daerah mereka hingga sekarang belum tersentuh pembangunan sarana air bersih. 

"Kami yang tinggal di kawasan perbukitan kesulitan mendapatkan air bersih, apalagi saat ini jarang terjadi hujan," kata seorang warga, Yusuf (34), di Desa Pewiki, Kecamatan Marga Tiga, Lampung Timur, Kamis.

Yusuf mengatakan meski sudah diusulkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2009, tidak ada kejelasan kapan fasilitas air bersih dibangun.

"Warga sudah lama mengharapkan adanya pembangunan fasilitas air bersih. Namun hingga kini belum juga terwujud," ujarnya.

Yusuf menambahkan, hingga kini warga masih mengandalkan air dari bak-bak penampungan yang berasal dari hujan, sehingga warga terpaksa harus berhemat jika menghadapi musim kemarau.

"Dalam penggunaannya, air dari bak penampungan hujan itu terpaksa harus dihemat. Seperti untuk mandi saja dijatah satu ember kecil," paparnya.

Hal senada diungkapkan, Daman, warga Dusun V, Desa Waringinjaya, Kecamatan Bandar Sribawono, yang menjelaskan hingga saat ini warga belum menikmati sarana air bersih yang layak.

Daman mengatakan, jika warga akan membuat sumur maka harus digali hingga 35 meter, namun itu pun belum tentu ada airnya.

"Karena tinggal di kawasan perbukitan maka, sulit membuat sumur, maka terpaksa membuat bak penampungan yang airnya berasal dari air hujan," jelasnya.

Dia mengaku sampai membangun bak besar berkapasitas 30 meter kubik meski rumahnya sendiri bukan bangunan permanen.

Ada juga warga yang menghabiskan 60 zak semen hanya untuk membangun penampungan air.

Penampungan air dibuat dengan menggali tanah sehingga layaknya menyerupai sumur. Untuk mengambil air, 75 kepala keluarga (KK) di Dusun V menggunakan timba, dan kondisi ini sudah terjadi dalam 28 tahun terakhir.

Daman berharap ada yang mau membantu warganya membangun fasilitas air bersih di daerah itu.

"Sebelumnya ada yang menyurvei dari pemerintah daerah untuk membangun sumur bor. Namun, hingga kini belum ada kejelasan," paparnya.

Apabila musim kemarau tiba, lanjutnya, warga semakin kesulitan untuk mendapatkan air bersih, sehingga harus mencari air ke luar desa. Bahkan, sampai ke luar kecamatan.

Selain mengambil air dari Danau Kemuning di Desa Sribawono yang jaraknya empat kilometer lebih, warga yang mampu biasanya membeli air dari masyarakat dengan harga Rp250 per liter.

Sementara itu, sebagian geografis di Kabupaten Lampung Timur berada di kawasan dataran tinggi (perbukitan), seperti di Kecamatan Bumi Agung, Marga Tiga, Bandar Sribawono, Sekampung Udik, Marga Sekampung, Gunung Pelindung, Melinting, Jabung, dan Waway Karya.

Kawasan perbukitan tersebut karena berada di dekat pegunungan, seperti Gunung Salupa atau Gerem (607,5 m), Gunung Mirah (606 m), Gunung Tiga (605 m), Gunung Kemuning (550 m), dan Gunung Negara Saka (155 m).

(T.JA*H009)/C/A011) (T.H009/C/A011/A011) 27-05-2010 09:39:05 NNNN

 

Arsip Berita