Senin, 28 Mei 2012
BPB Sulbar: Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem
Selasa, 18 Januari 2011 03:55
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 18/1 (SIGAP) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Rusdi Syah di Mamuju, Senin (17/1) meminta masyarakat agar mewaspadai cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.

Hal ini diaktakan Rusdi setelah pihaknya menerima imbauan dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) agar masyarakat di Sulbar mewaspadai cuaca ekstrem.

Rusdi mengatakan, BPBN menyampaikan bahwa pusat cuaca ekstrem berada pada 12,5 lintang selatan, dan pada 150,7 bujur timur perairan Sulawesi yang lokasi tersebut dapat menjangkau wilayah Sulbar.

Oleh karena itu dirinya meminta agar masyarakat di wilayah pesisir pantai Sulbar seperti Kabupaten Mamuju, Majene dan Polman dapat berhati-hati terhadap cuaca ekstrim yang berpotensi menimbulkan dampak bencana itu.

"Cuaca ekstrem yang terjadi dapat menimbulkan bencana seperti gelombang pasang air laut, yang sewaktu-waktu dapat menghantam pemukiman warga di pesisir pantai, sehingga masyarakat di minta hati-hati," katanya.

Lebih lanjut Rusdi mengatakan, cuaca ektrem itu juga dapat memicu terjadinya angin kencang yang dapat menimbulkan bencana puting beliung, selain itu juga berpotensi juga menimbulkan hujan lebat yang dapat mengakibatkan banjir.

Rusdi mengatakan, pihaknya juga telah bersiap membantu masyarakat dengan mengantisipasi segala dampak bencana yang mungkin muncul dari cuaca ektrem itu. "Pemerintah di Sulbar akan berupaya memaksimalkan penanggulangan bencana alam ketika terjadi melalui tanggap darurat dengan melakukan evakuasi korban ketika ada, dan menyalurkan bantuan makanan untuk kebutuhan korban bencana," katanya.

Berdasarkan pantauan SIGAP, disejumlah daerah cuaca ekstrem berpengaruh atas aktivitas masyarakat. Di Malang Selatan, Jawa Timur misalnya, akibat cuaca buruk tersebut, ratusan nelayan tidak melaut selama 6 bulan.

Sedangkan di Kabupaten Lebak Provinsi Banten sejumlah nelayan pesisir beralih pekerjaan, karena tidak bisa melaut akibat kondisi cuaca ekstrem yang melanda beberapa bulan terakhir. (laporan rusman/ant)


 

Arsip Berita