Senin, 28 Mei 2012
BPPTK: Peta Rawan Bencana Merapi Baru Segera Dirilis
Senin, 17 Januari 2011 07:08
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 17/1 (SIGAP) - BPPTK Yogyakarta segera mengeluarkan peta baru yang memuat kawasan rawan bencana Gunung Merapi pascaerupsi besar pada November tahun lalu. Demikian dikatakan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandrio di Yogyakarta, Minggu (16/1).

Subandrio menambahkan, dari peta rawan bencana baru tersebut, ada sejumlah daerah yang dulu tidak masuk dalam kawasan rawan bencana kini masuk dalam kawasan rawan bencana.

Menurutnya, peta rawan bencana Gunung Merapi tersebut disusun berdasarkan jarak lontaran material vulkanik Gunung Merapi pada erupsi lalu, serta daerah yang terlanda awan pasan yang menjadi bahaya primer erupsi Gunung Merapi.

Sejumlah desa yang direkomendasikan untuk tidak dijadikan sebagai lokasi permukiman akibat terkena dampak langsung dari erupsi Gunung Merapi di antaranya adalah Dusun Kinahrejo, Dusun Ngrangkah, dan Dusun Pangukrejo di Desa Umbulharjo, serta Dusun Petung, Kaliadem, Jambu, Kopeng, Kalitengah Lor di Desa Glagaharjo yang berada di Kecamatan Cangkringan, Sleman.

Selain wilayah yang terkena dampak langsung erupsi Merapi, BPPTK juga merekomendasikan agar wilayah yang berada pada jarak 300 meter di sisi kanan dan kiri sungai yang berhulu di Gunung Merapi tidak dijadikan lokasi hunian.

"Kami sebatas merekomendasikan kepada pemerintah daerah agar wilayah-wilayah yang terkena dampak erupsi Merapi tidak lagi ditinggali," katanya.

Sedangkan permasalahan relokasi warga ke lokasi yang lebih aman adalah wewenang dari masing-masing pemerintah daerah. "Kami hanya memberi rekomendasi," lanjutnya.

Meskipun tidak direkomendasikan untuk dijadikan sebagai lokasi permukiman, namun lokasi-lokasi tersebut masih dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, sehingga dapat menekan jumlah korban apabila terjadi erupsi Gunung Merapi.

Peta rawan bencana Gunung Merapi tersebut kemudian akan disampaikan kepada 4 kabupaten di sekitar gunung yang terkena dampak erupsi, yaitu di Sleman DIY, serta 3 kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Klaten, Boyolali dan Magelang sebagai dasar untuk penataan wilayah di sekitar Gunung Merapi. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita