Senin, 28 Mei 2012
Dinsos NTT Siapkan 200 Ton Beras Bansos
Senin, 17 Januari 2011 06:27
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 17/1 (SIGAP) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menyiapkan beras sebanyak 200 ton untuk kepentingan bantuan sosial (bantuan sosial) dalam menghadapi bencana alam. Demikian dikatakan Kepala Dinas Sosial NTT Peter Manuk di Kupang, Senin (17/1).

Menurut Peter Manuk, stok beras tersebut cukup untuk membantu penanganan keadaan darurat.

Peter Manuk menjelaskan, stok beras yang menjadi kewenangan gubernur dan tersebar di semua kabupaten/kota di NTT dan setiap saat bisa dikeluarkan untuk kebutuhan penanganan bencana di daerah bersangkutan.

Peter Manuk mengatakan, saat ini setiap kabupaten/kota di NTT tersedia stok beras sekitar lima ton dan akan ditambah jika kebutuhan di daerah tidak mencukupi.

Dirinya mengatakan, penanganan bencana alam tidak hanya menjadi urusaannya Dinas Sosial NTT, tetapi juga ada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang membantu para korban bencana di daerah.

Dirinya mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan BPBD di setiap kabupaten/kota untuk mengetahui apa yang harus disiapkan pemerintah Provinsi NTT dan apa saja disiapkan BPBD.

Dengan demikian, penanganan terhadap setiap bencana alam di lapangan tidak tumpang tindih, kata Peter Manuk.

Peter Manuk menambahkan menambah pihaknya saat ini memiliki petugas Gagana sebanyak 805 orang dan menyebar di 19 dari 21 kabupaten/kota di NTT, kecuali Kabupaten Sabu dan Rote Ndao.

Para petugas ini selalu siap siaga dalam menjalankan tugas di lapangan untuk membantu penanganan terhadap korban bencana di setiap daerah bencana, tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, enam dari 21 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur dilaporkan dilanda bencana alam selama sepekan terakhir baik tanah longsor, abrasi maupun angin puting beliung.

Enam daerah itu antara lain Kabupaten Sikka, Kota Kupang, Belu, Sumba Timur dan Kabupaten Kupang, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT Flori Mekeng di Kupang, Minggu (16/1). (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita