Senin, 28 Mei 2012
Dinkes: 13 Penderita DBD Di Sultra Meninggal Dunia
Jumat, 14 Januari 2011 04:23
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/1 (SIGAP) - Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara (Sultra) Amin Yohanis mengatakan, sebanyak 13 korban meninggal dunia dari 986 kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang muncul di daerahnya sepanjang 2010.

"Dari 986 kasus DBD yang muncul di Sultra selama tahun lalu, terdapat 13 penderita yang tidak berhasil ditolong jiwanya," kata Amin Yohanis di Kendari, Jumat (14/1).

Dirinya mengatakan, penderita DBD tersebut tersebar di delapan dari 12 kabupaten/kota yang ada di Sultra, yakni di Kota Kendari dan Baubaru, Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Muna, Kolaka, Bombana dan Kabupaten Kolaka Utara.

"Penderita DBD yang paling banyak terjadi di Kota Kendari, yakni 466 penderita dan empat orang meninggal dunia, menyusul Kabupaten Kolaka sebanyak 132 kasus dengan lima penderita meninggal dunia," katanya.

Lebih lanjut Amin menyebutkan, untuk di Kabupaten Bombana tercatat 127 kasus, tetapi tidak ada yang meninggal dunia. Konawe 84 kasus, seorang meninggal, Konawe Selatan 88 kasus, tidak ada yang meninggal, Muna terdapat 36 kasus dan dua orang meninggal, Kolaka Utara 35 kasus satu orang meninggal dan Baubau 18 kasus dan tidak ada yang meninggal.

Menurutnya, kasus DBD di Sultra tahun lalu paling mewabah pada tri wulan I yakni Janauri 2010 sebanyak 305 kasus dengan enam orang meninggal, Februari 2010 442 kasus empat meninggal dunia dan Maret 2010 204 kasus satu meninggal.

"Selanjutnya pada April terdapat 25 kasus DBD, Mei dua kasus, Juni dua kasus, Juli tidak ada. Untuk Agustus tiga kasus, September satu kasus, sedangkan Oktober, November dan Desember 2010 tidak ada kasus DBD yang terjadi," ungkapnya.

Amin menjelaskan, tingginya kasus DBD pada triwulan pertama tersebut karena saat itu terhadi peralihan musim, sehingga diharapkan warga Sultra mewaspadai akan terjangkitnya apenyakit DBD di awal-awal tahun ini.

"Kami harapkan warga tetap waspadai terjadinya DBD, dan bisa menerapkan pola hidup bersih dan sehat, karena DBD ini bisa terjangkit karena lingkungan yang tidak bersih banyak terdapat genangan air yang merupakan tempat berkembangnya jentik nyamuk," katanya.

Sementara itu, Dinkes Kota Banda Aceh meminta masyarakat menggiatkan gotong royong untuk mewaspadai dan mengantisipasi meningkatknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), di tahun 2011 ini. Warga diminta rutin membersihkan tempat-tempat yang menjadi sarang jentik nyamuk aedes aegypti.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, dr Media Yulizar MPh, seperti dikutip serambinews.com menyebutkan, angka kasus DBD tahun 2010 sebanyak 750 kasus meningkat drastis dibanding tahun 2009 yang hanya 313 kasus. Karena itu, untuk mengantisipasi meningkatnya kasus DBD di tahun 2011, dirinya mengharapkan partisipasi masyarakat untuk senantiasa bergotong royong di lingkungannya.

“Jika suatu gampong, masyarakatnya terjangkit DBD dan jumlah kasusnya tinggi, fogging tidak efektif untuk mengatasinya. Sebab yang dibunuh nyamuk dewasa bukan jentiknya. Akan lebih baik jika warga membersihkan perkarangan dan dalam rumahnya, serta bergotong royong membersihkan lingkungan sekitarnya,” kata Media.(laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita