Senin, 28 Mei 2012
Bupati: Sleman Bangun 3 Jembatan Sementara di Cangkringan
Kamis, 13 Januari 2011 02:36
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/1 (SIGAP) - Bupati Sleman Sri Purnomo, Rabu (12/1) mengatakan, pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, baru akan membangun 3 dari 7 jembatan di Kecamatan Cangkringan yang ambrol akibat terjangan banjir lahar dingin Gunung Merapi.

Menurut Sri Purnomo, pembangunan permanen jembatan yang putus di wilayah Kecamatan Cangkringan tidak dilakukan dalam waktu dekat. Tetapi, kata Sri Purnomo, menunggu kondisi yang aman dan sudah terbentuk aliran permanen Sungai Opak dan Gendol.

Menurutnya, untuk memperlancar mobilitas warga Cangkringan dan juga mempermudah siswa menuju sekolahnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan membangun jembatan sementara di 3 titik jembatan yang putus.

"Tiga jembatan sementara ini dibangun di tiga titik yakni di Dusun Teplok, Desa Rogomulyo, Dusun Krajan, Desa Wukirsari dan Dusun Panggung, Desa Argomulyo. Jembatan sementara ini hanya dapat dilewati untuk pejalan kaki, sepeda dan sepeda motor," katanya.

Dirinya mengatakan, pembuatan jembatan sementara diharapkan dalam pembangunannya memperhatikan keamanan dan tidak menimbulkan bahaya serta tidak menghambat aliran material lahar Merapi.

"Kemudian yang penting untuk memudahkan aktivitas masyarakat setempat, sedangkan untuk lalu lintas umum masyarakat dialihkan pada jalur-jalur alternatif," katanya.

Sementara itu terkait dengan masih tingginya ancaman banjir lahar dingin baik melalui Sungai Gendol maupun Opak, Pemkab Sleman terus berupaya melakukan normalisasi aliran sungai Opak dan Gendol.

"Normalisasi di titik-titik rawan Sungai Gendol dan Opak, terus dilanjutkan dan dioptimalkan untuk mengurangi melubernya lahar dingin ke permukiman," katanya.

Diri mengatakan, masyarakat diperbolehkan untuk melakukan normalisasi dan juga memanfatkan pasir, tetapi harus memperhatikan keamanan dan jangan sampai dengan penambangan akan menimbulkan kerawanan keamanan menyangkut lahar dingin.

"Kami minta masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan normalisasi sungai sesuai dengan peraturan Bupati yang telah dikeluarkan. Bahkan juga memperingatkan masyarakat yang mengambil pasir didekat tanggul-tanggul yang telah dibuat untuk menahan banjir lahar dingin," katanya.

Masyarakat yang ingin memanfaatkan pasir diharapkan dapat mengambil jalan yang tertimbun pasir, sekaligus untuk membuka akses jalan dan menjaga kenyamanan dan keamanan warga terhadap ancaman lahar dingin menjadi prioritas saat ini.

Dikatakan Sri Purnomo, tanggul-tanggul yang kritis segera diperbaiki termasuk lokasi-lokasi yang dimungkinkan rawan lahar juga akan diperbaiki.

"Prinsipnya keamanan masyarakat diutamakan, aliran lahar dingin tetap diupayakan melewati aliran Sungai Gendol, untuk itu pengerukan dan pembuatan termasuk pembuatan tanggul sebagai penahan lahar dingin terus dilakukan," katanya.

Sementara itu, jalan nasional Yogyakarta-Solo dikabarkan terancam banjir lahar dingin di Jembatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Pasalnya,saat ini endapan material erupsi Gunung Merapi di puncak sekitar 40% akan melalui Kali Gendol yang masuk menyusuri sungai Prambanan.

"Ancaman sebenarnya lebih besar di sisi timur, namun karena curah hujan terjadi di sisi barat Gunung Merapi maka saat ini banjir lahar dingin terjadi di sisi barat yang menutup jalan nasional Yogyakarta-Magelang. Sedangkan ancaman di sebelah timut saat ini masih `tidur`," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tjipto Haribowo didampingi Kepala Dishubkominfo Kabupaten Sleman Agus Soesilo Endiarto di Sleman, Rabu (12/1).

Menurutnya, ancaman itu terlihat dari kejadian sebelumnya di mana tujuh jembatan di sepanjang aliran Sungai Opak sudah putus terkena banjir lahar dingin.

"Jika nanti jalan Yogyakarta-Klaten tertutup, saat ini Dinas Perhubungan DIY dan Kabupaten Klaten sedang mencari skanario jalan alternatif. Kalau Prambanan ditutup, nanti dari Solo akan dibelokkan ke Piyungan," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita