Senin, 28 Mei 2012
Bupati: Dana Rp36 Miliar APBD Morowali Untuk Jalan Nasional
Kamis, 13 Januari 2011 02:26
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/1 (SIGAP) - Pemerintah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, mengalokasikan dana APBD 2010 sebesar Rp36 miliar lebih untuk memperbaiki jalan negara (nasional) di daerah itu yang seharusnya dibiayai dengan dana APBN. Demikian dikatakan Bupati Morowali Anwar Hafid di Bungku, Kamis (13/1).

"Kami terpaksa melakukan itu karena rakyat membutuhkan jalan yang baik, sementara dana APBN untuk meningkatkan jalan nasional di daerah itu sangat minim," katanya.

Menurut Anwar, sebagian besar jalan darat di Morowali saat ini berstatus jalan nasional yang memanjang dari Tiwaa, perbatasan dengan Kabupaten Poso sampai perbatasan dengan Kabupaten Konawe Utara (Sultra) sepanjang sekitar 270 kilometer.

Namun demikian, kata Anwar, kondisi jalan negara itu umumnya memprihatinkan karena belum pernah disentuh aspal sedangkan yang sudah pernah diaspal kini rusak berat.

Anwar memberi contoh, jalan poros Tomata-wawopada sekitar 50 kilometer yang sudah diaspal sekitar 10 tahun lalu, kini sudah rusak berat sementara puluhan kilometer lainnya di perbatasan dengan Kabupaten Konawe Utara belum pernah disentuh aspal.

"Karena kebutuhan masyarakat yang mendesak, atas persetujuan DPRD setempat dan izin dari Kementerian Pekerjaan Umum, kami mengalokasikan dana puluhan miliar untuk mengaspal jalan negara di Kecamatan Wita Ponda, Bumi Raya dan Bungku Tengah," ujar Ketua Bappeda Morowali Haris Nunu pada kesempatan terpisah.

Bupati Anwar Hafid menyebutkan, pada 2011 ini, Kementerian Pekerjaan Umum akan mengalokasikan dana yang cukup besar untuk meningkatkan jalan poros Tomata-Wawopada dan Bungku-Perbatasan Sultra yang diproyeksikan selesai pada 2012.

Selain itu, pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga akan meningkatkan beberapa ruas jalan provinsi seperti Beteleme-Nuha yang kini menjadi poros alternatif yang menghubungkan Morowali dengan Sulawesi Selatan melalui Kabupaten Luwu Timur.

"Poros Beteleme-Nuha sepanjang sekitar 40 kilometer itu kini menjadi lintasan penting angkutan penumpang dari berbagai tempat di Kabupaten Morowali menuju Makassar, Sulawesi Selatan, karena lebih dekat dan murah dibandingkan melalui poros trans Sulawesi di Kabupaten Poso," ujarnya.

Sementara itu Ketua Bappeda Morowali Haris Nunu menyebutkan, kalau jalan kabupaten di daerahnya umumnya sudah berkondisi baik, sehingga dana APBD kini lebih difokuskan untuk membangun jalan-jalan usaha tani.

Berdasarkan pantauan SIGAP, jalan yang berstatus jalan nasional di sejumlah daerah mengalami kerusakan yang cukup serius. Misalnya, jalan nasional yang melintasi wilayah Kabupaten Sukabumi rawan kecelakaan dan sering dilanda kemacetan karena kondisinya sudah rusak. Dari sekitar 100 km jalan nasional yang membentang dari timur hingga utara Sukabumi, sepanjang 20 km dalam keadaan mengkhawatirkan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Wawan Witarnawan, Selasa (4/1) menjelaskan, dengan kondisi jalan seperti sekarang, para pengendara selalu berada dalam ancaman kecelakaan dan terjebak kemacetan. Di sepanjang jalan nasional banyak titik-titik yang lapisan aspalnya sudah terkelupas. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita