Senin, 28 Mei 2012
Walikota: Banyak Dana CSR di Makassar Tidak Tepat Sasaran
Kamis, 13 Januari 2011 02:13
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/1 (SIGAP) - Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin menyatakan jika banyak perusahaan yang menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibilty/CSR) tidak tepat sasaran karena kurangnya koordinasi.

"Saya sudah katakan sejak 2009 lalu bahwa tidak boleh ada perusahaan yang menyalurkan atau mengimplementasikan CSR-nya yang tumpang tindih," ucap Ilham Arief Sirajuddin di Makassar, Rabu (12/1).

Dirinya meminta kepada semua perusahaan yang mempunyai dana CSR agar melakukan koordinasi dengan Pemkot Makassar, sehingga penyaluran CSR tidak berulang pada orang yang sama.

Ilham Arief Sirajuddin mengatakan, beberapa kasus yang ditemukan Pemkot Makassar adalah banyaknya penerima santunan secara ganda.

"Bulan ini misalnya keluarga ini mendapatkan beasiswa untuk anaknya dari bank A, bulan depan dapat lagi dari bank B, jadinya tumpang tindih," katanya.

Hal ini dikarenakan kurangnya koordinasi antara perusahaan dan pemerintah. Perusahaan juga tidak memiliki pegangan data masyarakat yang telah menerima CSR.

Dirinya berharap dengan adanya forum CSR yang dibentuk Pemkot Makassar nantinya, Pemerintah berharap tidak ada lagi penyaluran CSR yang tidak tepat sasaran.

"Ke depan ini, forum CSR yang dibentuk ini nantinya fokus pada pemberantasan dan penanganan masyarakat miskin di Kota Makassar." katanya.

SIGAP mencatat, kesadaran tentang pentingnya CSR ini merupakan tren di kalangan korporasi baik di tingkat global maupun tingkat nasional. Hal ini sesuai dengan meningkatnya kepedulian korporasi terhadap masalah-masalah ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan disekitarnya, dengan memperhatikan kaidah-kaidah sosial dan prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM).

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam rangka CSR merupakan wahana yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, guna mendukung pencapaian Millenium Development Goals (MDGs). (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita