Senin, 28 Mei 2012
Semarang: Pemkot Minta Masyarakat Waspada Bencana
Rabu, 12 Januari 2011 14:07
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 12/1 (SIGAP) - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meminta masyarakat terus mewaspadai kemungkinan bencana alam baik banjir maupun tanah longsor saat puncak musim penghujan pada awal 2011.

"Masyarakat harus terus waspada, karena ada laporan tanah longsor, jalan putus, serta pohon tumbang. Seluruh laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti," kata Wali Kota Semarang, Soemarmo, di Semarang, Rabu (12/1).

Dirinya menyatakan telah meminta seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mendata dan melaporkan permasalahan yang terjadi di seluruh daerah untuk kemudian dicarikan solusinya.

"Untuk bantuan logistik sudah siap dan langsung bisa dikirimkan agar tidak kelaparan. Akan tetapi untuk yang bantuan material tentu membutuhkan proses," katanya.

Dirinya mengatakan, hujan deras pada Minggu (9/1) malam dan Selasa (12/1) malam tidak menyebabkan banjir di Kota Semarang.

"Kalau banjir seperti yang terjadi di Mangkang dulu tidak terjadi, hanya genangan air saja," katanya.

Dalam Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Semarang Tahun 2010-2030 disebutkan kawasan rawan banjir di Kecamatan Gayamsari, Tugu, Semarang Barat, Semarang Tengah, Semarang Utara, dan Genuk.

Daerah rawan gerakan tanah di Kecamatan Mijen, Gunungpati, Banyumanik, Tembalang, rawan longsor meliputi kawasan Semarang Selatan, Gajahmungkur, Candisari, Tembalang, Banyumanik, Gunungpati, dan Mijen.

Untuk diketahui, 11 Kecamatan dari 16 Kecamatan yang ada di kota Semarang dinyatakan sebagai kawasan rawan bencana alam.

54 Kelurahan diantaranya dinyatakan rawan banjir, 41 Kelurahan rawan longsor dan 5 Kelurahan dinyatakan rawan bencana angin puting beliung

Untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam, Pemkot Semarang membentuk posko siaga bencana di tiap-tiap Kelurahan.

Dalam catatan SIGAP, kecamatan yang memiliki kerawanan bencana banjir dan rob diantaranya kawasan Semarang Utara, Semarang Timur, Semarang Tengah, Semarang Barat, Pedurungan dan Kecamatan Tugu.

Sedangkan Kecamatan yang memiliki kerawanan terhadap tanah longsor diantaranya Kecamatan Gunungpati, Banyumanik, Gajah Mungkur. Kecamatan yang rawan terhadap angin puting beliung diantaranya Kecamatan Tembalang, Banyumanik dan Pedurungan. (Laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita