Senin, 28 Mei 2012
BMKG: Gelombang Pesisir Lebak Capai Empat Meter
Rabu, 12 Januari 2011 13:26
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 12/1 (SIGAP) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan tinggi gelombang pesisir selatan Kabupaten Lebak mencapai 4 meter mulai Rabu (12/1) malam hingga 3 hari ke depan.

Analis cuaca dari Badan, Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Serang Arifatul Hadiyanti, Rabu (12/1) menyebutkan, tinggi gelombang pesisir selatan Kabupaten Lebak diprakirakan berkisar 1,5 sampai 4 meter dengan jarak pandang 4 hingga 8 kilometer.

Gelombang bergerak dari arah barat dengan rata-rata kecepatan angin 20 knot atau 40 kilometer per jam.

Tiupan angin bergerak dari arah barat laut dan cuaca berawan serta berpeluang hujan ringan disertai tiupan angin kencang terjadi pada malam hari.

Menurutnya, cuaca pesisir selatan Kabupaten Lebak yang meliputi Pantai Binuangeun, Suka Hujan, Cihara, Bayah, Karangtaraje, Sawarna, Pulomanuk, Ciantir, hingga Pelabuhan Ratu membahayakan bagi nelayan dan pelaku pelayaran.

Karena itu, BMKG mengingatkan nelayan, pengunjung wisata maupun pelaku pelayaran untuk selalu waspada karena sewaktu-waktu gelombang bisa mencapai empat sampai lima meter dengan tiupan angin rata-rata 20 knot.

Dirinya mengatakan, pihaknya juga meminta nelayan yang memakai perahu kecil dan kapal tongkang untuk tidak melaut untuk menghindari kecelakaan laut.

Begitu pula pengunjung objek wisata di kawasan itu diharapkan tidak berenang di sekitar pantai. "Cuaca buruk yang melanda pesisir selatan Lebak karena pengaruh tekanan rendah dari perairan selatan Pulau Jawa," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Keamanan Pantai Pesisir Selatan Kabupaten Lebak Erwin Komara mengatakan pihaknya siaga karena gelombang sangat tinggi dan tiupan angin kencang.

Selama cuaca buruk, pihaknya melarang nelayan maupun pengunjung berenang di pantai pesisir selatan Lebak karena khawatir terkena terjangan gelombang.

"Saya akan bertindak tegas jika menemukan warga maupun pengunjung wisata berenang di sekitar pantai karena sangat berbahaya," katanya. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita