Senin, 28 Mei 2012
Akibat Cuaca Ekstrim, Petani Pepaya Pontianak Merugi
Rabu, 12 Januari 2011 04:52
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 12/1 (ANTARA) - Puluhan petani pepaya hawai di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, mengaku merugi akibat cuaca ekstrim yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir.

Setidaknya ini diungkapkan A Sun (45) salah seorang petani pepaya di Jalan 28 Oktober, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Selasa (11/1). Menurutnya, akibat cuaca ekstrim, yang kadang-kadang panas, tidak lama kemudian hujan lebat dalam beberapa hari ke depan, telah membuat calon buah pepaya hawai yang siap petik menjadi busuk.

A Sun menyatakan, hampir setiap hari dirinya memungut buah pepaya hawaii siap jual yang jatuh karena membusuk sebelum dipetik akibat tingginya kadar air dalam tanah karena pengaruh tingginya curah hujan.

"Tingginya curah hujan, selain berakibat buah siap panen membusuk, juga berpengaruh pada kualitas buah yang akan dijual," ujarnya.

Buah pepaya hawaii yang tadinya tahan dan tidak mudah busuk sewaktu dijual di pasar menjadi berubah 180 derajat, kata A Sun.

A Sun menjelaskan, dirinya memanen buah pepaya hawaii per dua minggu sebanyak 100 kilogram dengan harga jual Rp1.500/kilogram. "Akibat cuaca ekstrim, saya paling banyak memanen 50 kilogram pepaya per dua minggu dengan hasil sebesar Rp75 ribu," ujarnya.

Pepaya hawaii termasuk salah satu produk unggulan petani di Kota Pontianak, dengan bentuk buah yang sedikit lebih kecil dari buah pepaya umumnya, tetapi memiliki rasa yang sangat manis, buah pepaya jenis itu juga sudah masuk hingga ke pasaran Jakarta.
Sementara itu, akibat cuaca buruk yang terjadi di Kabupaten Mappi, Papua mengakibatkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, kapal pengangkut BBM dari Kabupaten Marauke tidak bisa beroperasi.

Informasi yang dihimpun ANTARA dari Jayapura, Selasa (11/1), stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di jalan Trans Irian, Keppi ibukota kabupaten Mappi dipadati ratusan kendaraan bermotor masih antri untuk memperoleh bahan bakar.

Sedangkan di Sumenep, Madura, Jawa Timur, akibat cuaca buruk sejumlah kapal tak beroperasi melayani lintasan Kalianget-Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa malam.

Kapal tersebut seharusnya berangkat dari Pelabuhan Kalianget ke Batu Guluk, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, pada pukul 20.00 WIB.

"Kami tidak berani memberangkatkan kapal ke Kangean akibat cuaca laut buruk. Kapal kami sengaja tidak dioperasikan pada Selasa malam ini guna menghindari hal-hal tak diinginkan," kata Manajer Operasional PT Sumekar, Bambang Supriyo di Sumenep.

Sesuai perkiraan cuaca dari Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya, kata Bambang Supriyo, ketinggian ombak di Perairan Sapudi Kangean pada kisaran 2 hingga 6 meter. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita