Senin, 28 Mei 2012
Kotabaru : Power Plant Ditargetkan Beroperasi 2012
Selasa, 11 Januari 2011 10:27
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/1 (SIGAP) - Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau power plant 2X7 MW di Kotabaru, Kalimantan Selatan, ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2012.

General Manager PT Perusahaan Listrik Negara Cabang Kotabaru, Ir H Burhan, Selasa, mengatakan, Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan (Pikitring) bekerjasama dengan Jasa Indonesia (JI) telah menetapkan bahwa PT Cyticom Waltes Jakarta adalah pemeang tender pembangunan power plant 2X7 MW di Kotabaru.

Dia mengatakan, PT Cyticom Waltes akan mengerjakan pembangunan kontruksi dan infrastruktur power plant dengan waktu 22 bulan atau dua tahun.

Menurut jadwal, kata Burhan, Juni 2012 PT Cyticom Waltes ditargetkan selesai membangun power plant unit I, dan September selesai pembangunan unit II.

"Pada bulan-bulan tersebut diharapkan operasi atau pengetesan sistem operasi (COD) sudah dapat dilaksanakan," demikian Burhan.

Manajer Kehumasan PT PLN Cabang Kotabaru Jimmy menambahkan, untuk membantu terealisasinya pembangunan power plant 2X7 MW di Kotabaru, pemkab setempat telah membantu menyediakan lahan seluas 10,8 hektare.

"Lahan seluas 10,8 hektare yang berada di Kemuning, Pulau Laut Utara, Kotabaru itu telah selesai diganti rugi oleh Pemkab Kotabaru untuk lokasi power plant," katannya.

Kini tinggal proses penyerahan atau hibah lokasi tersebut kepada PT PLN Cabang Kotabaru.

Rencananya, lokasi seluas 10 hektare lebih itu akan digunakan untuk lokasi power plant 4X7 MW, namun tahap awal ini baru 2X7 MW.

Beberapa tahun kemudian, jika daya yang ada sudah tidak mencukupi lagi, maka pembangunan power plant tahan dua 2X7 MW kembali dilaksanakan.

Sementara itu, hingga saat ini, PT PLN Cabang Kotabaru memiliki 87,264 pelanggan, 19,500 pelanggan diantaranya dilayani oleh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kotabaru dengan produksi 7-8 MW.

Untuk kepentingan pembangunan pembangkit  listrik itu, pemerintah telah menyerahkan beberapa lokasi alternatif untuk dipilih PT PLN yang cocok untuk pembangunan pembangkit listrik itu.

Dari beberapa lokasi yang ditawarkan pemerintah daerah, lokasi di Kemuning cukup strategis menjadi lokasi pembangunan pembangkit listrik, karena mata angin sesuai yang dibutuhkan, ketinggian dari air laut, serta mudah untuk pengiriman BBM. (Laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita