Senin, 28 Mei 2012
Sleman: Kerugian Banjir Lahar Dingin Capai Rp2 Miliar
Selasa, 11 Januari 2011 09:50
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/1 (SIGAP) - Kerugian akibat beberapa kali banjir lahar dingin Merapi yang menerjang kawasan Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai sekitar Rp2 miliar.

"Sementara ini kerugian yang ditimbulkan akibat banjir lahar dingin baik yang melalui Sungai Gendol maupun Sungai Opak mencapai sekitar Rp2 miliar yang meliputi kerusakan infrastruktur serta sektor pertanian dan perikanan," kata Camat Cangkringan Samsul Bakrie, Senin (10/1).

Menurut Samsul, pihaknya masih terus melakukan pendataan untuk kerugian terutama untuk sektor pertanian dan perikanan.

"Hasil pendataan sementara ini kerugian infrastruktur mencapai Rp1,9 miliar, sedangkan kerugian untuk sektor pertanian dan perikanan berkisar Rp100 juta. Namun jumlah tersebut masih fluktuatif karena kami masih terus melakukan pendataan," katanya.

Samsul mengatakan, terkait dengan kerusakan infrastruktur seperti ambrolnya tujuh jembatan dan satu jembatan perlintasan penduduk pihaknya mengaku belum akan membangun jembatan darurat meskipun saat ini wilayah Cangkringan terbelah menjadi dua di kiri dan kanan Sungai Opak.

"Kami belum akan membangun jembatan darurat meskipun saat ini sebenarnya cukup vital, kami masih fokus pada keamanan warganya terlebih dahulu," katanya.

Samsul mengatakan, banjir lahar dingin yang beberapa kali menerjang Sungai Opak telah mengakibatkan berbagai infrastruktur rusak.

"Kerusakan tersebut meliputi tujuh jembatan dan satu jembatan perlintasan putus,selain itu, kantor Polsek Cangkringan juga rusak berat," katanya.

Dirinya mengatakan, saat ini kondisi masih rawan terjangan banjir lahar dingin, sehingga pembangunan jembatan darurat belum menjadi prioritas.

"Kami pikirkan keselamatan dan keamanan warga terlebih dahulu, nanti kalau kondisi sudah memungkinkan, termasuk hasil kajian pemerintah, pasti perbaikan semua infrastruktur akan dilakukan demi kelancaran warga," katanya.

Dari tujuh jembatan yang putus tersebut, kata Samsul, ada satu jembatan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yakni Jembatan Opak yang terletak di Dusun Geblok-Salam, Wukirsari.

"Saat ini warga hanya bisa menggunakan jembatan Desa Banjarharjo, Kecamatan Ngemplak yang terletak sekitar tujuh kilometer dari Dusun Panggung, Desa Argomulyo," katanya. 

Di kulon Progo, dilaporkan Metro, ratusan hektar lahan pertanian dan perkebunan, tertimbun material vulkanis, setelah banjir lahar dingin di sepanjang Sungai Progo, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Tanaman padi, sayuran dan buah naga, rusak dan tidak dapat dipanen.

Banjir lahar dingin Merapi juga menerjang sejumlah kawasan di  bantaran Sungai Progo, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.

Ratusan hektar lahan perkebunan di dua desa Kecamatan Kalibawang, rusak tertimbun material vulkanis, yang terbawa arus banjir lahar dingin.

Lahan perkebunan buah naga, yang merupakan program yang tengah digalakkan Pemda Kulonprogo, juga hancur akibat banjir lahar dingin.

Padahal program ini telah menyedot dana milyaran rupiah dan baru mulai berproduksi.

Para petani hanya bisa pasrah tidak bisa memanen hasil jerih payah mereka yang tertimbun lahar dingin setebal 50 sentimeter. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita