Senin, 28 Mei 2012
Sudah 16 Hari Perekam GAK Tidak Berfungsi
Selasa, 11 Januari 2011 05:26
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/1 (SIGAP) - Sudah 16 hari pos pemantau Gunung Anak Krakatau (GAK) di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten tidak dapat melihat karena alat perekam aktivitas Gunung Anak Krakatau, yakni sinyal dari seismometer tidak berfungsi.

Demikian dikatakan Kepala Pos Pemantau GAK di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Anton S Pambudi, Senin (11/1).

Menurut Anton, tidak berfungsinya solar panel yang terletak di GAK dikarenakan tertutup debu letusan tremor yang terjadi.

"Kami menduga, Solar Panel itu tertutup debu sehingga tidak bisa menyerap sinar matahari, karena tenaga yang dihasilkan oleh solar panel itu berasal dari tata surya," katanya menambahkan.

Diakui oleh Anton, sebelumnya solar panel yang merupakan alat penangkap gempa tersebut sering tidak berfungsi, namun waktunya tidak selama seperti saat ini.

"Kalau rusak, kami belum tahu, karena untuk menghetahui apakah solar panel itu rusak, kami harus mendatangi dan melihat ke lokasi," katanya.

Sementara untuk mendatangi ke lokasi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) belum berani melakukan, pasalnya material yang dikeluarkan oleh gunung tersebut bersuhu di atas 600 derajat Celsius.

"Kalau dilihat dari visual, aktivitas kegempaan GAK masih berlangssung, karena saat ini kami masih sangat jelas melihat asap yang keluar dengan ketinggian mencapai 650 meter, oleh karena itu materialnya masih sangat berbahaya," katanya menambahkan.

PVMBG masih menetapkan GAK di Selat Sunda berstatus level II atau waspada, dan belum menarik larangan kepada warga untuk mendekat ke lokasi kegempaan GAK.

"Pada radius dua kilometer, kami masih melarang warga atau turis mendekat ke GAK, karena materialnya masih sangat berbahaya, seperti batu dan kerikil maupun debu yang ada masih sangat panas," katanya menambahkan.

Sejak tanggal 26 Desember 2010, Pos Pemantau GAK di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten tidak dapat melihat rekaman di gunung itu, dikarenakan alat seismograf tidak dapat mencatat kegempaan dari gunung tersebut.

Berdasarkan pengamatan secara visual dari Pos Pemantau GAK, Senin (10/1) sejak pukul00.00-24.00 WIB, tinggi asap letusan sekitar 200-500 meter. Asap berwarna kelabu dan condong ke utara.

Dilaporkan Abu letusan sampai ke pos Pasauran. PVMBG menyebutkan, terdengar 5 kali dentum  dan terasa 8 kali getaran. (laporan rusman/PVMBG/ant)

 

Arsip Berita