Senin, 28 Mei 2012
Pandeglang Kirim Transmigran Ke Sultra dan Sulteng
Senin, 10 Januari 2011 05:51
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 10/1 (SIGAP) - Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnaketransos) Kabupaten Pandeglang Anwar Fauzan di Pandeglang, Senin (10/1) mengatakan, pemerintah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten mengirim transmigran ke Provinsi Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.

Menurut Anwar, pengiriman transmigran ke Sultra dan Sulteng dilakukan akhir 2010 lalu.

Lebih lanjut Anwar menjelaskan, transmigran yang dikirim ke Sulawesi Tenggara (Sultra) sebanyak 25 kepala keluarga atau 92 jiwa, dan ke Sulawesi Tengah (Sulteng) juga 25 kepala keluarga atau 97 jiwa.

Pengiriman transmigran asal Pandeglang itu, katanya, dilakukan bersamaan dengan transmigran asal kabupaten/kota lain di Provinsi Banten.

Pemkab Pandeglang, setiap tahun mengirim transmigran ke berbagai daerah. Pada 2009 dilakukan pengiriman ke Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Transmigran yang kita kirim ke Sultra kini membukan lahan perkebunan kelapa sawit bekerja sama dengan pihak investor. Kita harapkan mereka bisa berhasil sehingga bisa hidup lebih layak di daerah itu," katanya.

Dirinya juga berharap, agar mpenampatan transmigran terus dilakukan sehingga banyak warga daerah itu bisa dikirim agar memiliki lahan garapan mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Di Kabupaten Pandeglang dan daerah lain di Pulau Jawa, katanya, lahan garapan terus berkurang, karena banyak yang digunakan untuk perusahaan dan perumahan.

"Dari pada di sini tidak ada lahan garapan, lebih baik mereka dikirim bertransmigrasi ke daerah lain. Para transmigran itu diberi lahan garapan seluas dua haktare dan rumah untuk tinggal," katanya.

SIGAP mencatat, pProgram transmigrasi di Indonesia yang telah berlangsung selama 59 tahun, merupakan sebuah perjalanan panjang yang telah terbukti mampu meningkatkan kehidupan bangsa Indonesia yang tinggal di negara kepulauan dengan masyarakat yang heterogen.

Seperti diketahui, pada RPJMN 2010-2014, pembangunan transmigrasi diarahkan kepada dua prioritas bidang pembangunan, yakni bidang pembangunan perdesaan dan bidang pengembangan ekonomi lokal dan daerah.

Pembangunan pedesaan melalui pembangunan pemukiman transmigrasi dalam satu kesatuan sistem pengembangan wilayah sebagai peningkatan kesempatan kerja dan berusaha, upaya mentransformasi ekonomi dari sektor primer ke sektor sekunder dan tersier serta pemberdayaan masyarakat.

Pengembangan ekonomi lokal dan daerah melalui pembangunan kawasan transmigrasi sebagai upaya mengintegrasikan dan mempercepat terbentuknya kawasan perkotaan baru.(laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita