Senin, 28 Mei 2012
Dinkes: Bangka Barat Belum Miliki Dokter Kandungan
Senin, 10 Januari 2011 03:00
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 10/1 (SIGAP) - Kepala Seksi Kesehatan Ibu dan Anak Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka Barat, Winda di Muntok, Minggu (9/1) mengatakan, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, hingga saat belum memiliki dokter kandungan, sehingga menjadi kendala dalam melakukan pelayanan kesehatan optimal kepada ibu hamil.

"Tidak adanya dokter kandungan menjadi satu kendala besar di Bangka Barat untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil, sehingga memeriksa kandungan banyak dilakukan tenaga bidan," jelas Winda menambahkan

Menghadapi hal ini, pihaknya sudah berupaya untuk mendatangkan dokter spesialis kandungan dari luar namun belum ada yang berminat untuk bekerja di Bangka Barat karena mungkin terkendala insentif yang belum sebanding dengan daerah lain.

"Jika mengalami gangguan serius pada kandungan, terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang yang memiliki dokter kandungan," katanya.

Menurutnya, peralatan medis di RSUD Bangka Barat sudah memadai, hanya saja belum ada dokter kandungan sehingga para ibu hamil harus ke Pangkalpinang untuk memeriksa kandungannya.

"Kalau jumlah bidan di Bangka Barat sudah mencukupi, kami juga sering melakukan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi bidan sehingga mampu memberikan pelayanan optimal kepada ibu hamil," ujarnya.

Dirinya mengatakan, kegiatan pelatihan bukan berarti bidan tidak kompetensi, tetapi agar cepat dan tepat dalam penanganan kasus.

Selain tidak adanya dokter kandungan, faktor jarak juga menjadi kendala karena jarak sejumlah kecamatan di Bangka Barat cukup jauh dari RSUD Bangka Barat.

"Jika terjadi kasus di daerah yang jauh dari RSUD, kami rujuk ke RSUD Pangkalpinang karena jaraknya lebih dekat," katanya.

Winda berharap, di Bangka Barat segera ada tenaga dokter kandungan agar para ibu hamil tidak perlu jauh ke Pangkalpinang dan menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan ahli kandungan.

"Mudah-mudahan segera ada dokter kandungan yang bertugas di Bangka Barat agar pelayanan kesehatan ibu hamil semakin memadai," ujarnya.

Seperti diketahui peran dokter kandungan sangat dibutuhkan jika selama kehamilan timbul masalah atau jika sang ibu mempunyai riwayat kesehatan yang berisiko untuk kehamilan. Contoh kelahiran yang bermasalah, yaitu jika sang ibu memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, epilepsi, atau adanya tanda-tanda bermasalah lainnya.

Risiko tersebut dapat menyebabkan kematian pada bayi, ibu, atau bahkan keduanya. Kelahiran berisiko seperti itulah yang harus ditangani oleh dokter kandungan.

Sementara itu, setiap pasien mempunyai tingkat kepuasan yang berbeda dengan menggunakan bantuan bidan maupun dokter kandungan. Namun, apa pun yang dilakukan oleh seorang bidan maupun dokter kandungan sudah ada standar kerja yang baku. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita