Senin, 28 Mei 2012
Bulog Sulbar Minta Pengelola Raskin Cepat Bayar Tunggakan
Sabtu, 08 Januari 2011 15:41
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 8/1 (SIGAP) - Badan Urusan Logistik Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, meminta agar pengelola raskin di kecamatan mempercepat pembayaran tunggakan guna kelancaran distribusi beras ke masyarakat di 2011.

Demikian dikatakan Kepala Seksi Pelayanan Publik Sub Divre Badan Urusan Logistik (Bulog) Mamuju, Andi Guntur di Mamuju, Sabtu (8/1). Guntur mengatakan, pihaknya mengharapkan agar pengelola raskin di Mamuju bisa berbuat lebih jujur dengan tidak sengaja memperlambat pembayaran raskin ini.

Menurutnya, raskin yang disalurkan ke beberapa titik pada 2010 banyak yang belum terselesaikan, padahal masyarakat pra sejahtera yang mendapatkan raskin membayar tunai. "Jadi saya rasa tunggakan raskin yang menumpuk itu akibat perilaku pengelola raskin yang ditengari sengaja menghambat pembayaran raskin ke Bulog. Makanya, kami minta pengelola tidak berbuat nakal karena akan menghambat sistem penyaluran raskin ke masyarakat penerima raskin itu sendiri," paparnya.

Lebih lanjut Guntur menjelaskan, selama 2010 tunggakan raskin di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Mamuju Utara mencapai Rp2 milyar. Dirinya menuturkan, tunggakan raskin dari 2 kabupaten ini yang masuk kategori penunggak tertinggi terdapat di Kabupaten Mamuju sebesar Rp 1,1 milyar lebih atau setara 633 ton, sedangkan tunggakan raskin di Kabupaten Mamuju Utara sekitar Rp960 juta atau setara 10 ton.

Dikatakannya, dari 16 kecamatan di Mamuju tercatat lima kecamatan masuk kategori penunggak tertinggi yakni kecamatan Tobadak, Karossa, Mamuju, Tommo dan Kecamatan Kalukku.

Berdasarkan pantauan SIGAP, sejumlah daerah masih terjadi tunggakan pembayaran beras untuk warga miskin. Di Kabupaten Batang, Jawa Tengah misalnya, hingga saat ini tunggakan pembayaran Raskin mencapai Rp500 juta lebih sehingga akan mengancam kelanjutan penyaluran beras berikutnya.

Kepala Subbagian Perekonomian Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Batang, Suroso, di Batang, Kamis (6/1) mengatakan, tunggakan pembayaran tersebut tersebar di beberapa desa di 14 kecamatan setempat. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita