Senin, 28 Mei 2012
Dinkes Pandeglang Bertekad Tekan Kematian Balita Pada 2011
Sabtu, 08 Januari 2011 14:30
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 8/1 (SIGAP) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang Dais Iskandar di Pandeglang, Sabtu (8/1) mengatakan, Dinkes Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, pada 2011 bertekad menekan jumlah kematian banyi di bawah lima tahun (Balita).

Dais menambahkan, Dinkes akan berupaya menekan angka kematian Balita, di antaranya dengan lebih mengintensifkan pemberikan imunisasi dan pemberian vaksin.

Menurut Dais, angka kematian Balita pada 2010 di daerah itu, hanya enam orang, sedangkan bayi berusia 1-11 bulan 46 orang.

"Kami harapkan pada 2011 kematian balita dan bayi berusia 1-11 bulan bisa berkurang," ujarnya.

Dais menjelaskan, sebanyak 129 ribu Balita di Kabupaten Pandeglang mendapat imunisasi campak pada 2010.

Kegiatan imunisasi campak di daerah itu dilaksanakan di 35 kecamatan yang ada di Pandeglang, dengan melibatkan seluruh tenaga kesehatan.

Kegiatan itu, katanya, merupakan upaya untuk menurunkan angka kematian anak demi mencapai target pembangunan milenium atau Millenium Development Goals (MDGs), yang salah satu sasarannya yakni menurunkan angka kematian anak dan bayi.

"Campak adalah penyakit berbahaya, menular dengan cepat dari satu anak ke anak lainnya, dan untuk menghindari agar penyakit itu tidak menjangkiti, maka anak perlu diberi imunisasi," katanya.

Lebih lanjut Dais mengatakan, ciri anak yang terjangkit campak biasanya ditandai dengan panas, batuk, sesak napas, sariawan dan diare ini dapat mengakibatkan kebutaan dan meningitis.

Dais juga menjelaskan, untuk menurunkan angka kematian bayi dan Balita, salah satu cara terbaik memberikan imunisasi untuk penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

"Salah satu vaksin yang paling aman adalah vaksin campak. Kegiatan ini akan terus dilaksanakan guna menekan angka kematian bayi dan Balita di Pandeglang," katanya.

Kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat setelah bayi  lahir sampai bayi belum berusia  tepat satu tahun.

Berdasarkan laman datastatistik-indonesia.com, banyak faktor yang dikaitkan dengan kematian bayi. Namun, secara garis besar, dari sisi penyebabnya, kematian bayi ada dua macam yaitu endogen dan eksogen.

Kematian bayi endogen atau yang umum disebut dengan kematian neonatal adalah kematian bayi yang terjadi pada bulan pertama setelah dilahirkan, dan umumnya disebabkan oleh faktor-faktor yang dibawa anak sejak lahir, yang diperoleh dari orang tuanya pada saat konsepsi atau didapat selama kehamilan.

Kematian bayi eksogen atau kematian post neo-natal, adalah kematian bayi yang terjadi setelah usia satu bulan sampai menjelang usia satu tahun yang disebabkan oleh faktor-faktor yang bertalian dengan pengaruh lingkungan luar. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita