Senin, 28 Mei 2012
Kawasan Pananjakan Pasuruan Aman Dari Hujan Abu Vulkanik Bromo
Jumat, 07 Januari 2011 11:01
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/1 (SIGAP) - Kawasan Puncak Penanjakan kini juga sudah aman dari hujan abu vulkanik. Meski kawah Gunung Bromo masih mengeluarkan suara gemuruh, asap yang dikeluarkan sudah berwarna putih tipis.

Namun, Panorama Gunung Bromo, Kamis (6/1) sudah dapat disaksikan lewat Puncak Penanjakan, Wonokitri, Tosari, Pasuruan, Jawa Timur dengan aman.

Dikabarkan, infrastruktur yang sempat rusak akibat hujan abu vulkanik Gunung Bromo secara berangsur sudah dapat dipulihkan kembali.

Aliran listrik yang sempat padam kini sudah normal kembali. Jalan yang sempat tertutup abu vulkanik Gunung Bromo dan pepohonan yang tumbang sudah disingkirkan.

Ratusan warga suku Tengger dari wilayah Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan secara swadaya bergotong royong menyingkirkan abu vulkanik dan pepohonan yang tumbang menutup jalan dengan cara manual.

Camat Tosari, Gatot Suprapto, Kamis (6/1) menyebutkan, warga suku tengger yang ikut kerja bhakti tersebut berasal dari Tosari, dan Wonokitri. Mereka adalah para pemilik mobil jip yang tergabung dalam Koperasi Wisata Bromo Tengger Sejahtera.

Gatot Suprapto menegaskan, jalan menuju Puncak Penajakan kini sudah aman untuk dilewati. Wisatawan sudah bisa mengunjungi Gunung Bromo lewat Tosari Pasuruan.

Hal senada juga diungkapkan Senami (35), seorang penjual cendera mata di Puncak Penanjakan. Puncak penanjakan yang sempat sepi pengunjung kini sudah mulai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Senami menyebutkan, saat jalan menuju Puncak Penanjakan masih tertutup abu vulkanik,jumlah pengunjung sepi. Namun mulai Kamis (6/1) dini sudah mulai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ketua Koperasi Wisata Bromo Tengger Sejahtera Tosari, Trisno Sudigdo mengatakan, para anggota koperasi melakukan kerja bhakti menyingkirkan abu vulkanik dan pohon tumbang secara swadaya sebagai langkah menjemput bola program Visit East Jatim 2011.

Para warga suku Tengger di Tosari Pasuruan, lanjut Trisno, sadar betul bahwa Gunung Bromo merupakan ikon wisata Jawa Timur yang harus dipromosikan baik di lingkup domestik, maupun mancanegara.

Trisno Sudigdo menegaskan, Gunung Bromo pasca eruspsi yang sempat melumpuhkan industri wisata itu kini sudah mulai bisa dikunjungi lewat Pasuruan.

Dijelaskan, wisatawan sudah aman untuk menyaksikan Gunung Bromo lewat Pasuruan. Infrastruktur yang sempat rusak kini telah pulih kembali. Kawasan Puncak Penanjakan yang merupakan view point sudah aman dikunjungi wisatawan.

Disebutkan, di Pasuruan kini telah tersedia sebuah hotel,serta 63 penginapan (home stay), serta 150 jip yang siap melayani dan mengantar wisatawan ke Gunung Bromo.(laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita