Senin, 28 Mei 2012
BPBD: NTT Butuh Helikopter Untuk Tanggulangi Bencana
Jumat, 07 Januari 2011 06:49
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/1 (SIGAP) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Flori Mekeng, di Kupang, Jumat (7/1) mengatakan, pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat membutuhkan sebuah helikopter untuk memperlancar aktivitas penanggulangan bencana di wilayah yang terdiri dari banyak pulau ini.

Menurut Flori Mekeng, helikopter sangat diperlukan, mengingat secara geografis, topografis dan klimatologi, NTT miliki kondisi dan karakteristik daerah yang sulit ditempuh secara cepat dan tepat, serta menguras biaya yang tinggi untuk menjangkau lokasi-lokasi yang terisolasi ketika terjadi bencana," kata

Dirinya mengemukakan hal itu terkait antisipasi penanganan bencana di daerahnya, mengingat NTT adalah wilayah yang terdiri dari pulau-pulau yang tidak bisa dijangkau dalam waktu singkat dengan angkutan laut maupun darat.

"Kalau untuk kepentingan kelancaran aktivitas penanganan bencana, kami sudah usulkan ke BNPB untuk bisa membantu satu unit helikopter. Kami harapkan usulan ini bisa disetujui," katanya.

Provinsi NTT merupakan salah satu daerah di Indonesia yang rawan terjadinya bencana alam seperti tanah longsor, kecelakaan laut dan banjir bandang.

"Ini kebutuhan riil di lapangan. Karena itu, pemerintah daerah berkewajiban untuk meminta bantuan. Soal dibantu atau tidak, tergantung BNPB," katanya.

Dirinya mengatakan, bencana banjir bandang di Desa Skinu, Kabupaten TTS pada November 2010 yang menewaskan 15 orang, misalnya, tanggap darurat sulit dilakukan, karena lokasinya yang sulit dijangkau.

Untuk mencapai lokasi itu, dibutuhkan waktu sekitar delapan jam melalui jalan darat dari ibu kota Kabupaten TTS, katanya.

"Itupun kalau tidak hujan karena lokasinya harus menyeberangi beberapa sungai," ujarnya.

Karena itu, dirinya meminta BNPB dapat membantu satu unit helikopter sebagai alat transportasi cepat untuk menjangkau daerah-daerah bencana yang butuh penanganan cepat.

Mengenai pengelolaan, dirinya mengatakan tetap dilakukan pemerintah pusat, tetapi operasionalnya ditempatkan di Kupang, sehingga sewaktu-waktu bisa digunakan.

Tingkatkan kewaspadaan

Flori Mekeng juga meminta semua daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi setiap ancaman bencana.

Permintaan siaga ini menyusul peringatan Stasiun Klimatologi Kelas II Lasiana Kupang, yang mengatakan bahwa intensitas hujan di provinsi kepulauan itu dalam bulan Januari ini meningkat di atas normal, katanya.

"Kami sudah meminta daerah untuk selalu siaga. Posko penanggulangan bencana dibuka 1X24 jam untuk memantau setiap perkembangan yang terjadi di daerah," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita