Senin, 28 Mei 2012
Pamekasan: Bupati Minta Camat Perketat Pengawasan Raskin
Jumat, 07 Januari 2011 04:07
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/1 (SIGAP) - Bupati Kholilurrahman di Pamekasan, Madura, Jatim, Jumat (7/1), meminta para camat dan kepala desa di wilayah itu memperketat pengawasan penyaluran bantuan beras bagi keluarga miskin pada 2011 ini.

"Pengawasan pendistribusian bantuan beras bagi keluarga miskin tahun ini harus lebih ketat, dan sampai kepada warga yang berhak menerimanya," tegas Kholilurrahman.

Oleh sebab itu, sambung Bupati, para camat dan kepala desa hendaknya harus meningkatkan pengawasan, sehingga tidak ada lagi temuan penyimpangan raskin sebagaimana terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Bupati juga meminta agar para kepala desa tidak mengurangi jatah bantuan raskin untuk masing-masing rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM), yakni sebanyak 15 kilogram. Sebab, fakta yang selama ini terjadi masih banyak warga yang menerima kurang dari 15 kilogram sebagaimana ketentuan pemerintah.

"Bantuan raskin kepada masyarakat harus utuh dan tidak boleh dikurangi, karena ini menyangkut kepentingan rakyat miskin," kata Kholilurrahman, menegaskan.

Lebih lanjut Kholilurrahman mengatakan, pihaknya masih menemukan pengurangan jatah bantuan raskin yang disampaikan kepada para penerima manfaat, maka ia berjanji akan menindak tegas oknum yang bersangkutan.

Di Kabupaten Pamekasan rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM) bantuan raskin sebanyak 109.017 RTS yang tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan di 13 kecamatan di wilayah tersebut atau setara dengan 1.635.255 kilogram beras raskin.

Jumlah RTS penerima bantuan raskin di Kabupaten Pamekasan ini tergolong lebih sedikit dibanding dua kabupaten lainnya di Madura, yakni Kabupaten Sampang yang mencapai 150.386 RTS atau secara dengan 2.255.790 kilogram dan Kabupaten Sumenep yang mencapai 145.788 RTS, setara dengan 2.186.820 kilogram beras.

Sementara jumlah rumah tangga miskin di wilayah Madura sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah totalnya mencapai 502.710 RTS atau setara dengan 7.540.650 kilogram beras dengan jumlah penerima bantuan paling sedikit ialah di Kabupaten Sampang, yakni hanya 97.519 RTS-PM atau setara dengan 1.462.785 kilogram.

"Harga tebus bantuan beras miskin kali ini sama dengan tahun 2010, yakni Rp1.600,00 perkilogram," kata Bupati Kholilurrahman, menjelaskan.

Berdasarkan catatan SIGAP, diakhir tahun 2010, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Makassar Syahrir Sappaile di Makassar mengatakan, Pemerintah Kota Makassar menyiapkan anggaran Rp485 juta untuk mengawasi penyaluran beras bagi keluarga miskin pada 2011.

Menurut Syahrir, pengawas penyaluran raskin akan diberi upah selama bertugas melakukan pengawasan.

Syahrir mengatakan, penganggaran itu merupakan kegiatan rutin agar penyaluran raskin tepat sasaran dan berkualitas.

"Mereka akan diupah karena tugas mereka cukup teknis yakni agar raskin yang disalurkan sesuai takaran dan harga seperti yang ditetapkan pemerintah," ujarnya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita