Senin, 28 Mei 2012
Mataram: BIL Beroperasi Akhir Juli
Kamis, 06 Januari 2011 07:59
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 6/1 (SIGAP) - Manajemen PT Angkasa Pura I memastikan Bandara Internasional Lombok (BIL), yang berlokasi di Tanah Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai beroperasi akhir Juli 2011.

"Kabar menggembirakan, manajemen PT Angkasa Pura I memastikan BIL beroperasi mulai akhir Juli nanti," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi NTB Ridwan Syah, usai pertemuan koordinasi di Mataram, Kamis (6/1).

Pertemuan koordinasi itu berlangsung di ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) NTB yang dihadiri pihak-pihak terkait, termasuk pejabat PT Angkasa Pura I.

Pertemuan tersebut merupakan tindaklanjut dari pertemuan koordinasi yang dipimpin Deputi Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Bidang Ekonomi Tirta Hidayat, di Kantor Gubernur NTB, di Mataram, 28 Desember 2010.

Dalam pertemuan sebelumnya yang juga dihadiri Komisaris Utama PT Angkasa Pura I Suratto Siswodihardjo, sejumlah pejabat Dirtjen Bina Marga dan Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pejabat PT PLN, PT Pertamina, dan unsur pemerintahan daerah, itu disepakati mengoperasionalkan BIL, akhir Juli 2011.

Namun, diakhir 2010 itu manajemen PT Angkasa Pura I masih melaporkan kendala kekurangan dana sebesar Rp116 miliar untuk merampungkan pembangunan bandara internasional tersebut.

Pihak Angkasa Pura I melaporkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir ini proyek pembangunan BIL sempat terkendala karena anggaran akibat kekeliruan penghitungan spesifikasi pekerjaan.

Awalnya Tim Penyelesaian Proyek BIL melaporkan kekurangan dana sebesar Rp76 miliar, yang kemudian membengkak menjadi Rp116 miliar setelah dilakukan penghitungan secara cermat yang melibatkan auditor independen.

Jenis pekerjaan yang menunggu dana tambahan itu antara lain terminal penumpang pesawat yang akan diperluas dari 12 ribu meter persegi menjadi 21 ribu meter persegi.

Semula PT Angkasa Pura I mengalokasikan anggaran untuk pembangunan terminal senilai Rp137 miliar, namun kekurangan sebesar Rp21 miliar karena terjadi perubahan struktur material yang digunakan.

Perencanaan semula terminal bandara itu berlantai keramik kemudian diganti dengan marmer, dan ruang "executive lounge" lantai 3 terminal yang semula tidak perlu digarap dan akan digarap kemudian, malah masuk dalam pekerjaan proyek terminal bandara tersebut.

Siapkan Fasilitas

Pekerjaan lainnya, yakni saluran pembuangan air di sisi kanan terminal bandara dan fasilitas penerbangan lainnya yang masih perlu pembenahan seperti jalan inspeksi (service road) dan rambu-rambu lalu lintas penerbangan.

Ridwan mengatakan, diawal Januari 2011 manajemen PT Angkasa Pura I menyatakan bahwa dana yang dibutuhkan untuk merampungkan BIL sudah ada dan telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), pada 31 Desember lalu.

"Dananya sudah ada dan menurut Angkasa Pura I mereka membutuhkan waktu 2-3 bulan ke depan untuk merampungkan pembangunan BIL. Kemudian 56 hari berikutnya merupakan masa sertifikasi bandara, kolaborasi dan operasi boyong peralatan dari Bandara Selaparang Mataram ke BIL," ujarnya.

Angkasa Pura I, lanjut Ridwan, juga menyatakan optimistis dapat merampungkan sisa pekerjaan yang sempat terbengkalai karena kekurangan anggaran itu, sesuai target waktu yang disepakati, tanpa kendala berarti.

Menyikapi sikap antusias dari manajemen PT Angkasa Pura I itu, Ridwan mengatakan, Pemprov NTB akan mengawal penyelesaian pembangunan BIL dari berbagai aspek.

Sekda NTB HM Nur segera menerbitkan keputusan tentang tim teknis percepatan operasional BIL, yang melibatkan pejabat berkompeten dari Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Angkasa Pura I.

"Tim teknis itu akan bekerja secara terkoordinasi guna mempercepat operasional bandara internasional itu. Misalnya mendorong penyelesaian infrastruktur pendukung seperti penyediaan bahan bakar pesawat, listrik, air dan jalan," ujarnya.  (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita