Senin, 28 Mei 2012
BP2KB-MPD: Dana PNPM Pedesaan Di Lebak Rp69 Miliar
Kamis, 06 Januari 2011 06:16
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 6/1 (SIGAP) - Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana, Masyarakat Desa (BP2KB-MPD) Kabupaten Lebak Adjibul Wathoni, di Rangkasbitung, Kamis (6/1) mengatakan, dana program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan (PNPM-MP) di Kabupaten Lebak pada 2011 turun menjadi Rp69 miliar.

Adjibul menambahkan, dana sebesar itu akan disalurkan di 27 kecamatan atau 329 desa.

Dirinya mengatakan, sebelumnya di 2010 dana PNPM-MP mencapai Rp75 miliar.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, alokasi dana PNPM-MP pada 2011 ini turun karena 5 kecamatan sudah 3 kali berturut-turut menerima kucuran dana tersebut.

"Konsekuensinya, kecamatan tersebut tahun ini hanya mendapatkan dana Rp600 juta, padahal sebelumnya antara Rp2-3 miliar," katanya.

Menurutnya, selama ini pelaksanaan PNPM-MP di Kabupaten Lebak berjalan baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

"Infrastuktur desa kondisinya sudah bagus setelah mendapat bantuan fisik dari PNPM-MP tersebut," katanya.

Pembangunan fisik yang dilaksanakan antara lain pembuatan sarana mandi, cuci dan kakus (MCK), jalan lingkungan, jembatan, sekolah madrasah, jaringan listrik, irigasi, drainase dan fasilitas lainya.

"Selain itu juga dapat mendongkrak ekonomi masyarakat melalui kegiatan simpan pinjam perempuan (SPP)," katanya.

Menurutnya, saat ini usaha kecil yang dilakukan kaum perempuan cukup maju setelah menerima kucuran dana PNPM-MP itu," katanya.

Program PNPM-MP di Lebak selama ini berhasil berkat kerja keras masyarakat mulai dari perencanaan, pengawasan hingga pelaporan, dan diharapkan program tersebut dapat meningkatkan taraf hidup yang lebih baik.

Menurutnya, sasaran PNPM-MP adalah mempercepat penanggulangan kemiskinan secara cepat, terpadu dan berkesinambungan. "Saya yakin PNPM-MP dapat menekan angka kemiskinan," katanya.

Kepala Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Uja Sujana mengaku warganya merasa terbantu dengan PNPM-MP tersebut.

"Hampir sebagian besar kondisi jalan lingkungan permukiman warga cukup baik karena mendapat bantuan dana PNPM-MP," katanya.

Seperti diberitakan SIGAP sebelumnya, PNPM-MP tahun 2010 menyerap tenaga kerja sebanyak 54.446 jiwa yang tersebar di 27 kecamatan di Lebak.

Dikatakan Adjibul, dari sebagian 54.446 tenaga kerja tersebut bisa meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Selain itu juga dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.

Para tenaga kerja melaksanakan berbagai pembangunan desa, seperti pengerasan jalan, pembangunan sekolah madrasah, pembuatan mandi, cuci, dan kakus (MCK), poskesdes, jembatan gantung, jalan lingkungan dan lainnya.

"Semua desa yang mendapat bantuan PNPM di 27 kecamatan sesuai harapan dan usulan masyarakat setempat, termasuk pelaksana hingga pengerjaanya," katanya.

Menurutnya, pendapatan masyarakat yang melaksanakan pekerjaan tersebut cukup baik, mereka sehari mendapat upah sebesar Rp20 ribu per orang. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita