Senin, 28 Mei 2012
BMKG: Makassar Diprediksi Terkena Dampak La Nina
Rabu, 05 Januari 2011 19:43
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 5/1 (SIGAP) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Makassar memprediksikan badai La Nina akan berefek ke sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan khususnya Makassar hingga Maret 2011.

Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Sujarwo, di Makassar, Rabu (5/1) mengatakan, efek badai La Nina itu akan terasa hingga ke Makassar.

"Efek badai La Nina ini akan terasa hingga ke Makassar dan badainya diprediksi terjadi hingga Maret nanti," ujarnya.

Dirinya menjelaskan, fenomena La Nina berupa anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik yang menyebabkan secara tidak langsung menerima kiriman uap air yang banyak dan hampir sebagian besar wilayah Indonesia mengalaminya.

Saat ini fenomena La Nina sudah terjadi disebagian barat Indonesia. Sejauh ini untuk wilayah IV di Sulawesi, Maluku hingga Papua hanya akan mendapat dampak curah hujan yang berkisar 300 hingga 400 meter persegi.

Salah satu faktor penyebab terjadinya curah hujan tinggi yakni pertumbuhan awan cumolonimbus atau awan yang membentuk kembang kol. Jenis ini mampu menampung hasil kondensasi akibat uap air yang di bawah dari wilayah pasifik.

Sementara untuk kondisi laut di sekitar Makassar, BMKG masih memperikarakan terbilang aman. Hasil pantauan akhir di Selat Makassar, Perairan Selayar, dan Teluk Bone menunjukkan tinggi gelombang relatif berkisar satu setengah hingga 2 meter.

Efek La Nina dengan curah hujan tinggi diprediksi akan berdampak banjir dan longsor di beberapa wilayah Sulsel.

Masyarakat disekitar lereng bukti dan gunung diminta waspada akan curah hujan yang tinggi. Sementara di wilayah perkotaan diharapkan dapat membersihan drainase untuk memimalisir genangan air hujan.

Seperti diketahui, Fenomena La Nina yang menjadi faktor dominan terjadinya musim hujan berkepanjangan tahun 2010 akan berlanjut hingga Juni 2011.

“Hujan yang terus menerus saat ini karena faktor La Nina terhadap iklim dan cuaca Indonesia, pengaruhnya akan terjadi hingga Juni 2011 mendatang. Musim kemarau 2011 diprediksi juga pendek, sekitar dua bulan,” kata Koordinator Peningkatan Kapasitas Riset Dewan Nasional Perubahan Iklim, Agus Supangkat di Kampus ITB Bandung, November lalu.

Menurut Agus, fenomena alam terbaru La Nina yang terjadi saat ini mengakibatkan hujan terus menerus pada bulan-bulan yang seharusnya musim kemarau yakni dari Mei hingga September 2010.

Padahal, pada September dalam musim yang normal merupakan musim transisi dari kemarau ke penghujan. Sehingga diperkirakan pengaruhnya cukup besar bagi curah hujan dalam beberapa bulan ke depan.

“Pada 2011 juga La Nina masih kuat, musim kemarau hanya akan terjadi pada Juli dan Agustus, setelah itu hujan lagi. Pengaruhnya merata di kawasan tropis, terutama di wilayah Asia,” kata Agus seperti dilansir deburanombak.com. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita