Senin, 28 Mei 2012
Lebak: Pemkab Lakukan Diversifikasi Kerajinan Baduy
Rabu, 05 Januari 2011 18:59
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 5/1 (SIGAP) - Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada 2011 akan melakukan diversifikasi produk-produk kerajinan Baduy dengan memberikan pelatihan dan pembinaan kepada para perajin.

"Diversifikasi produk ini dimaksudkan agar barang kerajinan Baduy lebih menarik dan memiliki pangsa pasar," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi, Rabu (5/1).

Dirinya mengatakan aneka produk Baduy antara lain kerajinan topi, tas koja, pakaian, tenun, gelang, batik, pernak-pernik yang terbuat dari pepohonan, salendang dan lainya.

Selama ini produk kerajinan Baduy juga banyak diminati masyarakat melalui pameran-pameran, karena memiliki daya tarik untuk dijadikan sebagai kenang-kenangan dan cindera mata.

Selain itu produk khas Baduy sangat alami karena menggunakan bahan baku dari pepohanan.

Karena itu, produk Baduy memiliki nilai seni yang tinggi.

Menurut dia, sebetulnya produk-produk kerajinan Baduy memiliki daya tarik sendiri dan layak merebut pasar domestik maupun mancanegara.

Pemerintah daerah terus mendorong produk kerajinan Baduy dengan melakukan diversifikasi produk sehingga memiliki kualitas serta harga yang bagus di pasar.

"Saya yakin dengan diversifikasi produk itu tentu sangat memanfaat bagi warga Baduy untuk mengembangkan usaha kerajinan yang pada akhirnya dapat meningkatkan ekonomi mereka," ujarnya.

Dirinya menyebutkan, pihaknya juga terus mengupayakan perajin Baduy meningkat sehingga sering kali mendapat pembinaan maupun pendidikan kewirausahaan.

Pembinaan tersebut melalui pelatihan keterampilan, magang ke luar daerah, pelatihan manajemen.

Saat ini, para perajin masyarakat tradisional Baduy mulai bangkit karena produknya sudah dikenal masyarakat.

Pemerintah daerah sering mempromosikan melalui pameran-pameran atau even-even tertentu untuk mengangkat potensi daerah Kabupaten Lebak.

Sementara itu, Jali, seorang perajin Baduy mengaku produk kerajinan miliknya sudah dikenal kalangan masyarakat luar seperti Jakarta, Bandung, Bekasi dan wilayah Banten.

"Saya sangat mendukung kepedulian Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya yang melakukan diversifikasi produk kerajinan Baduy," katanya.

Untuk diketahui liburan Natal dan Tahun Baru lalu pengrajin mengalami peningkatan dalam penjualan. 

Selama liburan ini para pengrajin di Baduy di banjiri para pengunjung dari luar kota. Kebanyakan mereka berasal dari kota Bogor, bandung, BEkasi, Jakarta dan Banten sendiri. Tiap mereka yang berlibur ke tempat ini pasti memboyong oleh - oleh hasil kerajinan yang dihasilkan dari bahan alam Baduy seperti sarung, salendang, baju batik, tas koja,baju, kaos dan pernak - pernik.

Seorang pengusaha kerajinan di Baduy Sariwati (40) mengatakan, selama liburan ini hasil penjualannya meningkat 80%. Harga jual lebih mahal dari hari biasanya misalnya, sarung kecil Rp 65.000, baju Rp 70.000, selendang 250.000, tas koja Rp 250.000, kopiah Rp 15.000 pernak-pernik dari harga Rp 15.000 s/d Rp 25.000.

Kondisi ini tidak saja dialami Sariwati tetapi dialami juga oleh banyak pengrajin Baduy, seperti dilansir metro tv. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita