Senin, 28 Mei 2012
Jambi: Pusat Alokasikan Rp17 Miliar Untuk Pengadaan Sapi
Rabu, 05 Januari 2011 04:19
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 5/1 (SIGAP) - Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jambi, Hanif Lubis di Jambi, Rabu (5/1) mengatakan, Pemerintah pusat pada 2011 mengalokasikan dana sebesar Rp17 miliar untuk pengadaan sapi potong diperuntukkan bagi peternak untuk meningkatkan produksi sapi dalam rangka mencapai swasembada daging.

Menurut Hanif, sapi tersebut nantinya untuk disebar ke peternak di 2 kota dan 10 kabupaten yang ada.

"Bantuan bergulir itu disalurkan pada peternak, yang nanti hasilnya pengembangbiakannya diberikan pada kelompok peternak lainnya yang belum kebagian," katanya.

Hanif menyebutkan, saat ini belum ditentukan jumlah sapi yang akan disalurkan, dari pembelian senilai Rpberap17 miliar tersebut, yang penting semuanya akan digunkan untuk pembelian sapi.

Selain mendapat suntikan dana dari pemerintah pusat melalui dana APBD Provinsi Jambi juga akan disalurkan sebanyak 385 ekor sapi potong.

Bantuan sapi yang deberikan pada peternak itu juga sistim bergulir, di mana hasil dari pembiakannya sebagian diserahkan ke pemerintah, selanjutnya diberikan pada kelompok lain yang belum menerima bantuan.

Dinas Peternakan Provinsi Jambi mentargetkan pada 2012 bisa mencapai kecukupan daging atau dengan hasil populasi ternak besar itu mampu menjadikan Provinsi Jambi sebagai daerah swasembada daging.

Dalam memacu populasi ternak tersebut, peternak diarahkan menjadikan uasaha peternakan tidak lagi usaha sampingan, namun dijadikan prioritas.

Peternak di Provinsi Jambi selama ini menjadikan usaha peternakan sebagai usaha sampingan atau sambilan selain petani, sehingga pengembangannya tidak optimal.

"Lewat pembinaan yang intensif diharapkan peternak itu dapat mengembangkan usahanya dengan modern dan terprogram, tidak lagi secara tradisional, di mana hewan dibiarkan berkeliaran di alam bebas," katanya.

SIGAP mencatat, program swasembada daging merupakan sebuah program yang melibatkan segenap masyarakat untuk memenuhi kebutuhan daging yang diperoleh dari dalam negeri. Pemerintah telah mencanangkan program ini setidaknya sudah sejak tahun 2005, lantas belum tercapai alias gagal, gagal pada tahun 2005, pemerintah pun mencanangkan Swasembada Daging 2010, belum selesai tahun 2010, nampaknya pemerintah harus mencanangkan kembali program Swasembada Daging 2014. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita