Senin, 28 Mei 2012
Lebak: Peluang Hujan Dan Gelombang Tinggi Landa Banten
Selasa, 04 Januari 2011 16:43
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 5/1 (SIGAP) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan berpeluang terjadi di Kabupaten Lebak dan Pandeglang, Banten, pada Rabu (5/1) pagi selama dua hari ke depan.

Pengamat BMKG Serang Halim Perdana Kusuma, Selasa, menyebutkan prakiraan pada Rabu (5/1) pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang berpeluang hujan ringan disertai tiupan angin kencang.

Selama ini, katanya, hujan ringan melanda sejumlah wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang tidak disertai petir.

Sebab hujan saat ini akibat adanya tekanan rendah dari perairan Selatan Pulau Jawa.

Menurutnya, beberapa hari ke depan intensitas curah hujan ringan dan sedang dan berlangsung antara dua sampai empat jam.

Diprakirakan potensi hujan di wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang berlangsung hingga Maret 2011.

Dirinya menambahkan, selain hujan juga disertai angin kencang di wilayah selatan Kabupaten Lebak dan Pandeglang dengan kecepatan 6-118 knot atau 36 kilometer perjam.

Sedangkan suhu udara pada siang hari berkisar antara 23-31 derajat Celcius.

Nelayan Tidak Melaut

Sementara itu, nelayan di kawasan Karangantu Kota Serang sudah dua bulan ini tidak melaut, mengingat cuaca yang tidak bersahabat seperti angin kencang dan gelombang tinggi.

"Sejak awal Desember 2010 kami tidak berani ke laut, setidaknya kami harus menunggu sampai Maret 2011 untuk kembali mencari nafkah," kata Simus (41) buruh nelayan saat ditemui ANTARA, Selasa (4/1).

Akibat cuaca buruk yang disebut "Angin Barat" oleh para nelayan, membuat mereka harus menacari nafkah dari sumber lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Karangantu sendiri merupakan desa nelayan di kawasan Utara Kota Serang yang mata pencaharian sehari-harinya mengandalkan dari menangkap ikan, sehingga kalau cuaca buruk yang terjadi setiap awal tahun mereka biasanya lari ke perkotaan untuk mencari pekerjaan.

Menurut Simus, penghasilan yang didapat dari menangkap ikan setiap bulannya mencapai Rp2 juta, namun dengan kondisi sekarang ini penghasilannya bisa menurun separohnya saja.

"Kami juga tidak mampu memenuhi permintaan ikan segar di pasar-pasar," ujarnya.

Akibat langkanya pasokan membuat harga ikan segar naik cukup tinggi. Seperti di Pasar Rau yang semula harga ikan segar Rp5000 per kilogram, maka sejak awal tahun 2011 sudah menembus Rp12.000 per kilogram. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita