Senin, 28 Mei 2012
Dumai : RSUD Dumai Kekurangan Ruang Inap
Selasa, 04 Januari 2011 16:22
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 5/1 (SIGAP) - Rumah Sakit Umum Daerah Kota Dumai, Riau, saat ini kekurangan ruang inap pasien disebabkan terus meningkatnya warga yang berobat ke sarana kesehatan milik pemerintah tersebut.

Direktur RSUD Kota Dumai, Faisal, di Dumai, Selasa (4/1) mengatakan, kekurangan yang sangat mendesak dipenuhi adalah ruang perawatan kelas tiga atau ekonomi.

Hal tersebut menurut Faisal membuktikan bahwa RSUD makin dipercaya warga untuk perawatan khususnya dari kalangan yang memiliki latar belakang ekonomi lemah.

"Dengan pelayanan yang dinamis memuaskan, RSUD telah menjadi layanan kesehatan yang diidamkan oleh banyak masyarakat Dumai," katanya.

Untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih maksimal lagi, terang Faisal, perlu adanya penambahan ruangan, terutama pada ruang rawat inap kelas ekonomi.

Hal ini menurutnya disebabkan tingkat "Bed Occupancy Rate" atau jumlah pemakaian tempat tidur telah melampaui standarisasi ketentuan ideal sebagaimana dianjurkan Departemen Kesehatan.

Dirinya menjelaskan, idealnya tingkat pemakaian tempat tidur di rumah sakit adalah 75% dan maksimal 80%.

"Namun, di RSUD Dumai khususnya ruang perawatan kelas tiga telah mencapai 85 persen. Kondisi itu artinya juga telah terjadi antrian pasien di rumah sakit setiap harinya," urainya.

Menurutnya penambahan ruang perawatan merupakan hal yang mendesak untuk segera dipenuhi.

"Saat ini memang sudah kita ajukan mengenai anggaran penambahan kamar pada kelas tiga yang mudah-mudahan pada 2011 ini akan segera terealisasi," ungkapnya.

Berdasarkan informasi, pada tahap pembangunan nanti, jumlah kamar perawatan di kelas tiga rencannya akan didesain dua lantai. Untuk pembangunan tahap pertama direncanakan satu lantai dengan jumlah kamar sebanyak 50 kamar.

Ditahun 2010, Rumah Sakit Umum Daerah Kota Dumai, Riau, mendapat kucuran dana senilai Rp9,6 miliar dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2010.

Dirut RSUD Kota Dumai Azrida kepada ANTARA di Dumai, Rabu, menerangkan, dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan gedung operasi dan membeli sejumlah perlengkapan serta peralatan medis rumah sakit.

Menurut dia, dana senilai Rp9,6 miliar itu adalah 10 persen dari jumlah anggaran yang diajukan pihak RSUD Kota Dumai ke Pemerintah Provinsi Riau sebelum kemudian diajukan ke pemerintah pusat yang jumlahnya mencapai sekitar Rp100 miliar. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita