Senin, 28 Mei 2012
BNPB: Bencana Sepanjang 2010 Menelan 1.711 Korban Jiwa
Selasa, 04 Januari 2011 00:00
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 4/1 (SIGAP) - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin (3/1) mengatakan, bencana yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2010 lalu telah menelan korban jiwa sebanyak 1.711 orang.

"Ada sekitar 644 kejadian bencana yang terjadi di Tanah Air sepanjang tahun 2010 lalu," katanya.

Sutopo menambahkan, jumlah korban yang mengalami luka dan hilang sepanjang tahun 2010 sekitar 1.398.923 orang.

"Jumlah rumah rusak berat 14.639 unit, rusak sedang 2.830 unit dan rusak ringan 25.030," katanya.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan BNPB dari total sekitar 644 kejadian bencana sepanjang tahun 2010, 81,5% atau 517 kejadian diantaranya adalah bencana hidrometerologi.

"Sedangkan bencana geologi seperti gempabumi, tsunami dan gunung meletus masing-masing terjadi 13 kali atau dua persen, lalu satu kali atau 0,2 persen dan tiga kali atau 0,5 persen," katanya.

Namun menurut analisa BNPB jumlah kerugian yang ditimbulkan oleh bencana geologi tersebut merupakan yang paling besar.

Bencana terbesar yang terjadi di tahun 2010 adalah tanah longsor di Ciwidey, banjir di hulu dan hilir Sungai Citarum Jawa Barat, banjir bandang Wasior, gempa dan tsunami di Mentawai serta letusan Gunung Merapi.

Sebelumnya, BNPB pernah menyatakan jika bencana hidrometerologi yang disebabkan cuaca diprediksikan akan semakin meningkat di tahun 2011.

Untuk itu, masyarakat diminta mewaspadai bencana hidrometerologi yang akan semakin meningkat di tahun 2011 khususnya bulan Januari hingga Maret.

Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, Senin (3/1) mengatakan, prediksi bencana hidrometeorologi yang tetap mengancam, lebih mendorong untuk melakukan persiapan sekaligus mengingatkan tetap perlunya kewaspadaan masyarakat.

Agung menambahkan, dampak bencana alam akibat perubahan iklim global terbukti di berbagai belahan dunia. Musibah banjir yang saat ini terjadi di Australia dan Amerika Serikat misalnya, bukti dampak perubahan iklim itu.

Termasuk di sejumlah wilayah Indonesia. "Oleh sebab itu pemerintah dengan segala kemampuan mengajak masyarakat bersinergi saat menghadapi bencana," ungkapnya.

Menurut Agung, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengingatkan bencana hidrometeorologi masih berpotensi besar terjadi di Indonesia tahun ini.

Sesuai data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta lembaga meteorologi sejumlah negara menyebutkan, curah hujan Indonesia pada Januari hingga Maret di atas normal. Periode ini diperkirakan akan jadi puncak bencana hidrometeorologi tahun ini. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita