Senin, 28 Mei 2012
Sleman: Banjir Lahar Dingin Robohkan 2 Jembatan
Selasa, 04 Januari 2011 00:00
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 4/1 (SIGAP) - Banjir lahar dingin yang melalui aliran Sungai Opak di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Senin (3/1) malam mengakibatkan 2 jembatan vital dan Markas Komando Polsek Cangkringan roboh dihantam bebatuan besar.

Camat Cangkringan Samsul Bakri, Senin malam mengatakan, banjir lahar dingin yang membawa serta material vulkanik seperti pasir dan batu-batu besar malam ini setidaknya merobohkan 2 jembatan utama, yakni jembatan di Dusun Panggung, di Desa Wukirsari yang merupakan akses jalur alternatif Magelang-Prambanan dan jembatan di Dusun Krajan, Desa Wukirsari.

Menurutnya, selain 2 jembatan utama tersebut, luapan banjir lahar dingin juga menghantam Markas Komando (Mako) Polsek Cangkringan di Desa Argomulyo hingga sebagian besar temboknya hancur dan hampir seluruh area tertimbun pasir dan bebatuan setinggi 1 meter.

"Hujan deras yang terjadi di puncak Merapi sejak sore tadi memang menghanyutkan material vulkanik dan bebatuan besar dalam jumlah yang sangat banyak melalui aliran Sungai Opak, karena saat ini aliran sungai yang puluhan tahun mati tersebut menjadi aliran utama setelah Sungai Gendol tersumbat material vulkanik," katanya.

Dirinya mengatakan, selain itu akibat banjir lahar dingin tersebut juga mengakibatkan ratusan warga yang berada di sekitar aliran Sungai Opak harus diungsikan ke lokasi yang lebih aman.

"Ada lima dusun yang harus dievakuasi yakni Dusun Liwang, Teplok dan Panggung di Desa Argomulyo serta Dusun Salam dan Krajan di Desa Wukirsari," katanya.

Samsul mengatakan, warga dari lima dusun yang diungsikan tersebut hanya yang berada di sekitar aliran Sungai Opak yang terancam terkena luapan banjir lahar dingin.

"Evakuasi warga ini sifatnya hanya sementara, dan setelah banjir surut dan kondisi aman maka warga akan dikembalikan lagi ke rumahnya," katanya.

Dirinya mengatakan, sampai saat ini belum ada rumah warga yang terkena luapan banjir, namun bajir lahar dingin tersebut menimbun sejumlah lahan pertanian milik warga.

"Untuk luas lahan pertanian yang terkena banjir lahar dingin sampai saat ini belum dapat kami pastikan, namun memang cukup luas," katanya.

Di lokasi banjir lahar dingin saat ini tengah dilakukan upaya pengamanan yang dipimpin langsung Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Brigjen Ondang Sutarsa Budhi, Camat Cangkringan Samsul Bakri, Komandan Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Kabupaten Sleman Widi Sutikno dan sejumlah pejabat dan instansi terkait.

Sementara itu, Anggota SAR Magelang, Burhan mengatakan, akibat hujan di puncak Merapi mengakibatkan banjir lahar dingin di sejumlah sungai yang berhulu di Merapi, antara lain Sungai Lamat, Sungai Pabelan, Sungai Blongkeng, dan Sungai Putih.

Burhan mengatakan, banjir lahar dingin di Sungai Putih terjadi mulai pukul 18.00 WIB, dan Jembatan Gempol, Desa Jumoyo ditutup untuk arus kendaraan mulai sekitar pukul 18.30 WIB karena aliran lahar dingin mulai meluap.

Sekitar pukul 20.25 WIB masyarakat yang berkerumun menyaksikan banjir lahar di sebelah barat Jembatan Gempol dibubarkan dan kendaraan yang ada diminta balik arah oleh polisi karena banjir yang meluap ke jalan raya bertambah besar.

Kasat Lantas Polres Magelang AKP R Widiyanto mengatakan terpaksa jalur tersebut ditutup untuk arus kendaraan karena cukup membahayakan.

Dirinya mengatakan, kalau banjir sudah berhenti maka akan dikerahkan alat berat untuk menyingkirkan material yang menutup jalan agar jalur utama Magelang-Yogyakarta segera normal kembali. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita