Senin, 28 Mei 2012
Pos Pemantau Kegempaan Tertutup Debu GAK
Senin, 03 Januari 2011 12:37
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 3/1 (SIGAP) - Kantor Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau di Desa Pasauran Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, tertutup debu dan selama sepekan ini kegempaan tidak terbaca, karena salah satu alat pada Seismometer tidak berfungsi.

Kepala Pos Pemantau GAK di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Anton S Pambudi, Senin (3/1) mengatakan debu dari Gunung Anak Krakatau (GAK) mengarah ke pos pemantau sudah terjadi beberapa hari ini.

ANton menjelaskan, debu yang mengarah ke pos pemantau volumenya berbeda, lebih banyak hal ini dikarenakan angin yang bertiup kencang.

"Debu vulkanik dari perut GAK memang mengarah ke Banten atau timur, namun kami di pos pemantau selain tidak bisa memantau kegempaan, juga tidak bisa melihat ketinggian asap secara visual lantaran tertutup debu," ujarnya.

Meski kegempaan dan ketinggian asap tidak terpantau namun dentuman dan getaran masih dirasakan.

"Sepanjang kemarin saja, kami mencatat lima kali dentuman, dan delapan kali getaran," katanya menambahkan.

Pusat Vulkanalogi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Jawa Barat masih menetapkan status level II atau `waspada`. "PVMBG masih tetap menyatakan level II, belum ke I atau `aktif normal` ungkapnya.

Karena statusnya masih di level II, PVMBG masih merekomendasikan warga atau turis untuk tidak mendekat sampai pada radius 2 kilo meter dari lokasi kegempaan.

"Kami masih melarang siapapun untuk mendekat sampai radius yang telah ditentukan, karena material vulkanik yang dikeluarkan masih bersuhu di atas 600 derajat Celcius," katanya.

Material vulkanik yang keluar dari GAK masih menurut Anton, bisa melepuhkan dan menembus tubuh.

"Dengan suhu panas seperti itu, tentunya akan sangat membahayakan keselamatan kita, karena itulah kami tidak berani membersihkan salah satu komponen Seismometer, Solar Panel dari debu vulkanik akibat letusan tremor GAK," katanya.

Sebelumnya, berdasarkan laporan yang diterima SIGAP dari PVMBG, waspada GAK dari Pos Pasauran tanggal 1 Januari dari pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, tinggi asap letusan berkisar 50 hingga 800 meter.(laporan rusman/pvmbg/ant)

 

Arsip Berita