Senin, 28 Mei 2012
BPS: Inflasi Kota Serang Tertinggi Se-Banten
Senin, 03 Januari 2011 12:26
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 3/1 (SIGAP) - Inflasi di Kota Serang pada Desember 2010 sebesar 1,19% merupakan tertinggi se-Banten, demikian juga dengan inflasi tahunan (year on year) yang mencapai 6,18%.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten Indra Warman di Serang, Senin (3/1) mengatakan, pada Desember 2010 perkembangan harga barang dan jasa di seluruh kota di Banten mengalami kenaikan.

Menurut Indra, kenaikan itu ditunjukan dengan naiknya angka indeks harga konsumen (IHK) dari 125,52 pada bulan November 2010 menjadi 125,31 pada Desember 2010 atau terjadi perubahan indeks 0,63%. Sehingga menurut Indra, kondisi ini mendorong terjadinya inflasi di 3 kota di provinsi ini.

Lebih lanjut Indra mengatakan, inflasi di Kota Serang merupakan angka tertinggi yakni mencapai angka inflasi 1,19 persen, kemudian Kota Tangerang 0,51% dan Kota Cilegon 0,70%.

Dirinya mengatakan untuk inflasi tahun kalender (Januari-Desember 2010) maupun inflasi "year of year" (IHK Desember 2010 terhadap IHK 2009) Kota Serang menempati angka tertinggi yakni 6,18%, Tangerang 6,08% dan Cilegon 6,12%.

Sedangkan secara umum, inflasi di Banten pada Desember 2010 mencapai 0,63% dan inflasi "year of year" mencapai 6,10%.

Dirinya menjelaskan, inflasi di Banten terjadi karena dipicu oleh naiknya kindeks seluruh kelompok pengeluaran yakni bahan makanan naik 1,74%, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,10%, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,35%.

Kemudian kelompok sandang 0,80%, kesehatan 0,81%, pendidikan, frekreasi dan olahraga 0,05% serta transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,06%.

Menurut Indra, hasil pemantauan BPS terhadap 394 jenis barang dan jasa di Kota Serang, Tangerang dan Cilegon pada Desember 2010, sebanyak 208 komoditas mengalami kenaikan, dan 77 lainnya terjadi penurunan harga.

Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan cukup tinggi selama Desember 2010, antara lain cabai rawit, cabai merah, ikan mas, ikan bandeng, dan ikan gurame.

"Harga cabai merah mengalami kenaikan yang sangat tinggi hingga Rp70.000 per kg dari biasanya Rp10.000 hingga Rp15.000/kg," kata Indra.

Dirinya juga menjelaskan, inflasi di Banten 0,63% masih berada di bawah angka inflasi nasional yang mencapai 0,92%.

"Secara umum pada Desember 2010 kota-kota di Jawa inflasi reltif tinggi. Tiga kota dengan inflasi tertinggi yakni Kediri sebesar 1,82 persen, Surakarta 1,75 persen dan Serang 1,19 persen," katanya.

Sementara itu, Pengamat ekonomi Sumatera Utara (Sumut), Jhon Tafbu Ritonga menilai inflasi Sumut yang sebesar 8% di 2010 perlu ditanggapi serius oleh pemerintah provinsi.

"Inflasi Sumut tahun 2010 sebesar 8 persen perlu dicermati dan dievaluasi untuk mendapat langkah tepat mengatasinya mengingat 2011 potensi untuk mengalami inflasi lebih tinggi cukup besar," katanya, di Medan, Senin (3/1).

Menurut Jhon yang Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara itu, Gubernur/Wakil Gubernur Sumut perlu meminta penjelasan dari tim pengendali inflasi daerah itu, mengapa dan kenapa inflasi Sumut tidak bisa dikendalikan.

"Harus diakui, inflasi Sumut tahun 2010 sangat mengejutkan, karena tidak biasanya besarannya jauh diatas angka nasional," katanya.

Apalagi sebelumnya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Sumut, besaran inflasi ditargetkan hanya 6,5%.

"Tim Inflasi Daerah Sumut harus lebih solid dan pro aktif berkoordinasi dengan para bupati/walikota khususnya di kota/kabupaten yang menjadi IHK (indeks harga konsumen) yakni Medan, Pematang Siantar, Sibolga dan Padang Sidempuan," katanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita