Senin, 28 Mei 2012
PNPM Pedesaan Di Lebak Serap 54.446 Tenaga Kerja
Senin, 03 Januari 2011 09:13
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 3/1 (SIGAP) - Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana, Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Lebak, Adjibul Wathoni, Senin (3/1) mengatakan, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) Perdesaan tahun 2010 menyerap tenaga kerja sebanyak 54.446 jiwa yang tersebar di 27 kecamatan di Lebak.

Menurutnya sebagian 54.446 tenaga kerja tersebut bisa meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Selain menurut Adjibul, melalui program ini juga dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.

Para tenaga kerja melaksanakan berbagai pembangunan desa, seperti pengerasan jalan, pembangunan sekolah madrasah, pembuatan mandi, cuci, dan kakus (MCK), poskesdes, jembatan gantung, jalan lingkungan dan lainnya.

"Semua desa yang mendapat bantuan PNPM di 27 kecamatan sesuai harapan dan usulan masyarakat setempat, termasuk pelaksana hingga pengerjaanya," katanya.

Menurutnya, pendapatan masyarakat yang melaksanakan pekerjaan tersebut cukup baik, mereka sehari mendapat upah sebesar Rp20 ribu per orang.

Pendapatan sebesar itu, katanya, tentu dapat membantu perekonomian masyarakat.

"Saya kira PNPM dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi warga, karena bisa mengurangi angka pengangguran," katanya.

Sementara itu, Koordinator Fasilitator Teknik Kabupaten Iskandar mengatakan, hingga saat ini pelaksanaan PNPM yang sudah dikerjakan mencapai 97% tersebar di 329 desa dengan 27 kecamatan.

"Kami targetkan pada Februari 2011 semua pekerjaan sudah selesai," katanya.

Dirinya menambahkan, PNPM merupakan program pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat juga mengurangi kemiskinan serta menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan.

Karena itu, lanjutnya, semua kegiatan pembangunan desa sesuai dengan usulan masyarakat setempat.

"Saya yakin PNPM itu ke depan dapat mendongkrak ekonomi karena sebagian besar dialokasikan ke pembangunan infrastuktur desa," katanya.

Sementara itu, perguliran dana Simpan Pinjam Perempuan melalui PNPM Perdesaan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menembus Rp61 miliar dengan jumlah peminjam 2.691 kelompok usaha.

Adjibul Wathoni, Senin (3/1) mengatakan, selama ini perguliran dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) tahun 2010 dipastikan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi kaum perempuan.

Di mana lembaga-lembaga usaha kaum perempuan telah menerima penguatan permodalan untuk meningkatkan perkembangan usaha mereka.

Sejauh ini, katanya, tingkat pengembalian kreditur SPP yang dikelola oleh Unit Pengelola kegiatan (UPK) Kecamatan berjalan dengan baik.

Pengembalian pinjaman tersebut hingga saat ini tercatat 85 persen dan tingkat kemacetan hanya 15%.

Artinya, ujarnya, perkembangan usaha perempuan mengalami peningkatan untuk menumbuhkembangkan pertumbuhan ekonomi kerakyataan. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita